detikcom

Senin, 30/09/2013 11:58 WIB

Ratusan Pekerja PT Interbat di Sidoarjo Turun ke Jalan

Suparno - detikNews
Pekerja PT Interbat di Sidoarjo turun ke jalan/Suparno
Sidoarjo - Ratusan pekerja perusahaan farmasi PT Interbat di Jalan Raya Buduran Sidoarjo, turun ke jalan melakukan aksi di depan pabrik.

Mereka menuntut diperkerjakan kembali setelah diberi sanksi karena melakukan pra demo hari Jumat (27/9/2013) lalu. Saat itu mereka beraksi menggelar upacara bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Aksi yang digelar sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi yakni bergerombol di depan pabrik. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Malang menuju Surabaya padat hingga 1 Km. Pasalnya, pengguna jalan melambatkan laju kendaraannya.

"Para pekerja menuntut perubahan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan menuntut pengangkatan pekerja yang tidak tetap dijadikan karyawan tetap," kata seorang Korlap Aksi sekaligus Ketua Serikat Pekerja PT Interbat, Agus kepada detikcom di lokasi, Senin (30/9/2013).

Dari pantauan detikcom, polisi dari Polres Sidoarjo terlihat mengatur lalu lintas. Arus lalu lintas yang padat berusaha diurai agar jalan kembali lancar.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%