detikcom
Selasa, 24/09/2013 02:12 WIB

Bu Risma, Taman Pelangi Kini Tak Lagi Berwarna

Zainal Effendi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Taman Pelangi padam (atas) dan berwarna
Surabaya - Salah satu ikon Surabaya adalah cantiknya taman-taman yang telah dibangun. Salah satu taman yang menjadi idola, Taman Pelangi. Namun sayangnya, pelangi itu kini tak lagi berwarna alias lampunya padam.

Taman yang berada di Jalan Ahmad Yani (di depan Kantor Bulog), selama ini banyak menjadi jujugan warga kota yang ingin menikmati malam di Kota Pahlawan. Selain Taman Bungkul, Taman Pelangi memang mampu menyedot perhatian.

Dinamakan Taman Pelangi, karena karena bangunan yang didesain unik itu memiliki lampu berwarna-warni yang menyala seolah berirama. Karena itulah, disebut pelangi.

Keindahan warna-warni lampu yang menyinari pilar-pilar beton yang dibumbui dengan air mancur akan semakin indah ketika memantul di air kolam. Maka tak heran bila para penggemar fotografi banyak yang menjadikannya sebagai 'model'. Indahnya jepretan Taman Pelangi pun banyak menghiasi situs jejaring sosial di internet.

Di lokasi yang berada ditikungan itu, juga terdapat taman yang ditumbuhi tanaman bunga dan pepohonan. Hampir setiap akhir pekan atau hari libur, Taman Pelangi selalu banyak ditemui warga yang bersantai.

Namun pantauan detikcom, Senin (23/9/2013) malam, taman tersebut tak lagi memancarkan keindahan warna-warninya. Entah mengapa, tak ada kejelasan. Bahkan, sirnanya lampu warna-warni yang menyinari pilar-pilar beton sudah berlangsung sejak sebelum bulan Agustus 2013.

"Sudah lama, sebelum pemilihan gubernur sudah padam. Saya selalu lewat tapi padam
lampunya," kata Agus Haryanto, warga Pagesangan yang ditemui detikcom saat ditemui di Taman Pelangi.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ze/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%