detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 16:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 23/09/2013 17:17 WIB

Korupsi Perjalanan Dinas Rp 1 Miliar

Kejari Lamongan Tetapkan Empat Ketua Komisi DPRD Jadi Tersangka

Eko Sujarwo - detikNews
Lamongan - Setelah menetapkan 3 tersangka kasus dugaan penyelewengan anggaran perjalanan dinas senilai lebih Rp 1 miliar, kini Kejari Lamongan menetapkan lagi 4 tersangka baru. Ke-4 tersangka baru tersebut adalah ketua komisi di DPRD Lamongan.

Kasi Intel Kejari Lamongan, Arfan Halim kepada wartawan mengatakan, ke-4 tersangka baru yang ditetapkan ketua komisi D berinisial N, ketua komisi C berinisial S, ketua Komisi A berinisial J dan bekas ketua komisi B berinisial S, yang kini akan maju dalam pileg 2014 di DPRD Provinsi Jatim.

Arfan menjelaskan, ke 4 tersangka baru didapatkan setelah pihaknya memeriksa lanjutan 3 tersangka lama kasus penyelewengan anggaran perjalanan dinas tahun 2012. Dia menuturkan selain 4 tersangka baru, tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah.

Sementara modus yang dilakukan 4 tersangka baru berbeda dengan 3 tersangka lama. Jika 3 tersangka lama adalah penyalahgunaan administrasi, kali ini 4 tersangka baru ini adalah pemakai anggaran dan ikut dalam proses penyelewengan anggaran.

"Kemungkinan besar bisa bertambah tersangka baru seiring dengan pemeriksaan yang kami lakukan," jelasnya.

Berdasarkan hitungan sementara kejaksaan, kata Arfan, kerugian negara penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas ini lebih Rp 1 miliar. Namun, untuk kerugian yang pasti pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Sebelumnya, Rabu (5/6) lalu menetapkan 3 tersangka kasus dugaan penyelewengan anggaran perjalanan dinas tahun 2012. Ketiga tersangka adalah sekretaris DPRD Lamongan, pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) DPRD Lamongan dan biro perjalanan (travel) yang ditunjuk. Tersangka-tersangka ini muncul setelah 100 pejabat di Lamongan diperiksa.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%