detikcom
Minggu, 18/08/2013 12:07 WIB

Pilgub Jatim

Cak Imin: Kemenangan Khofifah Kebangkitan NU

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jombang - Jawa Timur memerlukan tokoh yang kepemimpinannya teruji. Demikian disampaikan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar saat Halal Bihalal dan Konsolidasi dan Pemenangan Khofifah-Herman (Berkah) di Graha Gus Dur, Jombang, Minggu (18/8/2013).

"Jatim butuh Kepemimpinan yang teruji. Jika kader kayak Bu Khofifah ini insyaAllah saya optimis Jatim jauh lebih baik," tegas Cak Imin, panggilan Muhaimin Iskandar.

Cak Imin meminta kepada seluruh kader PKB untuk bergerak cepat dan serempak agar calon gubernur nomor urut empat bisa memenangkan Pemilihan Gubernur Jatim yang akan digelar 29 Agustus 2013.

Seluruh kader PKB dimintanya bersatu dan gotong royong. "Sepulang dari sini, sosialisasikan piye carane Jombang Khofifah harus menang, sing punya duit yo nyumbang," katanya.

Di Jombang kata Cak Imin, PKB harus menunjukkan prestasinya. Sebab bila Khofifah-Herman kalah, Cak Imin merasa malu. Untuk itu PKB Jombang harus kerja keras dan terus gerilya. "Ketua Umum dari jombang, Ketua DPW Jombang, kalau gak menang akan permalukan aku, emoh pulang wis kalo kalah," kata Cak Imin berkelakar.

Indonesia tanpa NU dan PKB tentunya kata Cak Imin tidak akan maju. Untuk itu kader NU dan PKB dimintanya tidak hanya cuma berbangga diri. "Indonesia tanpa PKB tidak akan maju. Kita jangan hanya bangga saja, tapi mengkonkritkan dalam kenyataan hidup dan kenyataan politik," ajaknya.

"Saya, KH Said, KH Hasyim, Gus Solah sepakat untuk tata NU di seluruh Indonesia. Kita mulai dari kebangkitan Jawa Timur melalui kemenangan Khofifah," tegas Cak Imin yang diamini undangan.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%