detikcom
Kamis, 15/08/2013 14:53 WIB

Pemilihan Gubernur Jatim, Tanggal 29 Agustus Ditetapkan Hari Libur

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Pemprov Jatim menetapkan tanggal 29 Agustus 2013 adalah hari libur bagi masyarakat Jawa Timur. Sebab, pada tanggal itu dilaksanakan pesta demokrasi untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2013-2018.

Hari libur ini sesuai dengan surat edaran Gubernur Jatim No 181.4/16677/011/2013 tentang Penetapan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

"Tanggal tersebut adalah hari yang diliburkan. Semua instansi swasta ataupun negeri sekaligus kita tujukan kepada Bupati/Walikota se Jawa Timur untuk memberi kesempatan pada masyarakat memilih pemimpin Jawa Timur lima tahun ke depan," kata Andry Dewanto Achmad saat dihubungi detikcom, Kamis (15/8/2013).

Menurut Ketua KPU Jatim ini, tidak semua instansi bisa meliburkan karyawan atau pekerjannya. Semisal rumah sakit, tidak semua perawat atau dokter bisa libur pada hari tersebut.

"Setiap instansi bisa mengatur jadwal bagi pekerjaannya ataupun karyawannya untuk memberi hak pilihnya," ungkapnya.

Sebelumnya 4 pasang kandidat maju dalam Pilgub Jatim. Keempat kandidat yang maju adalah pasangan nomor satu Soekarwo-Saifullah Yusuf, pasangan nomor dua Eggi Sudjana-Moch Sihat, pasangan nomor tiga Bambang DH-HM Said Abdullah dan pasangan nomor empat Khofifah-Herman S Sumawiredja.

KPU Jatim juga sudah menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Jatim 2013 mencapai 30.019.300 orang dengan rinciannya, 14.805.723 orang laki-laki dan 15.213.577 orang pemilih perempuan. Sementara jumlah tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 71.033 lokasi.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(bdh/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%