Detik.com News
Detik.com
Minggu, 28/07/2013 12:11 WIB

Truk Muat Pasir Seruduk Rumah Kanit Laka Polres Pasuruan

Muhajir Arifin - detikNews
Truk Muat Pasir Seruduk Rumah Kanit Laka Polres Pasuruan Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Sebuah truk bermuatan pasir menyeruduk rumah warga di Jalan Gatot Subroto, Kota Pasuruan, Minggu (28/7/2013). Akibatnya, bagian depan rumah milik Kanit Laka Polres Pasuruan Kota, Iptu Mistahul hancur berantakan.

Informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB menjelang sahur. Sopir truk bernopol B 9216 BYT itu diduga mengantuk sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraannya saat melintas di jalan tikungan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadiaan ini. Saat diseruduk truk hanya ada satu orang penghuni rumah yang kebetulan tidur di bagian belakang. Meski begitu, karena seluruh bagian depan rumah No 38 itu hancur. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

"Ini rumah ibu saya. Alhamdulillah tadi malam saya kok tiba-tiba ingin mengajak ibu saya tidur di rumah saya dan sahur di sana. Kalau tidak bisa lain ceritanya karena beliau punya sakit jantung," kata Miftahul di lokasi.

Pukul 11.50 WIB, truk belum dievakuasi. Sementara itu sopir dan kenek truk naas tersebut tidak tampak di lokasi. "Kita tunggu truk untuk menarik," pungkas Miftahul.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%