detikcom
Senin, 15/07/2013 02:01 WIB

Pilgub Jatim

Sebelum Dicoret KPU Jatim, Khofifah Terima Undangan Undian Nomor Urut

Rois Jajeli - detikNews
Komisioner KPU Jatim jumpa pers
Surabaya - Kebijakan KPU Jawa Timur cukup aneh. Meski akhirnya dicoret dari daftar pencalonan Gubernur Jawa Timur, namun Khofifah Indar Parawansa justru mendapat undangan untuk pengundian nomor urut.

Undangan itu diterima Ketua Umum Muslimat NU tersebut sebelum adanya rapat pleno yang akhirnya memutuskan pencoretan pasangan Khofifah-Herman S Sumawiredja. Tentunya, langkah KPU Jatim itu cukup janggal.

Lucunya lagi, KPU Jatim dengan entengnya akan meralat undangan yang sudah terlanjur di tangan Khofifah tersebut. Undangan itu untuk menghadiri pengundian nomor urut pada Senin (15/7/2013) di salah satu hotel di Surabaya.

"Betul, undangan itu memang dikeluarkan pegawai kami," ujar Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad saat jumpa pers di kantor KPU Jatim, Jalan Raya Tenggilis, Senin (15/7/2013) dinihari.

Andry menegaskan, dengan adanya keputusan rapat pleno pada Minggu (14/7/2013) malam yang meloloskan 3 pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur, Eggi Sudjana-M Sihat dari calon perseorangan, Bambang DH-HM Said Abdullah diusung dari PDIP dan Soekarwo-Saifullah Yusuf dari Partai Demokrat, Golkar, PAN dan beberapa parpol non parlemen lainnya, dirinya akan bertanggungjawab.

"Ada undangan oleh KPU Provinsi Jawa Timur untuk beliau. Tapi dengan keputusan ini, kita akan meralatnya dan itu tanggungjawab sebagai Ketua KPU (Jatim)," tegasnya.

Ketika ditanya lebih kenapa undangan tersebut disebar terlebih dahulu sebelum ada rapat pleno, Andry mengaku malah mendapatkan informasi tersebut dari kepolisian.

"Saya baru diberitahu polisi terkait undangan itu untuk Ibu Khofifah dan Pak Herman. Tapi sudahlah, itu sudah menjadi tanggungjawab saya dan akan kita perbaiki," jawabnya. Sebelumnya, salah satu tim sukses Khofifah mengaku juga terkejut dengan adanya undangan pengundian nomor urut itu.

"Ibu sudah dapat undangannya," kata orang dekat Khofifah ini kepada detikcom. Sementara detikcom yang mencoba menemui Khofifah di kediamannya di kawasan Jemursari gagal. Rumah sepi dan tertutup rapat.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%