Minggu, 07/07/2013 19:14 WIB

PT Smelting Akui Adanya Kebocoran Gas

Miftahul Arif,ze - detikNews
Gresik - Pihak PT Smelting mengakui adanya kebocoran gas yang terjadi di area peleburan tembaga. Namun, pihaknya hingga sampai saat ini belum mengetahui pasti penyebab bocornya gas tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Staf General Affair (GA) PT Smelting dalam mediasi dengan warga Roomo, Minggu (7/7/2013).

"Memang terjadi kebocoran gas. Tapi kami belum tahu sebabnya. Besok pihak Polda Jatim dan Polres Gresik akan menurunkan tim untuk menyelidiki sebab kebocoran," kata Budi Setyawan.

Budi juga menyebutkan bahwa akan diadakan pertemuan lanjutan antara manajemen dan warga besok, Senin (8/7/13) pukul 2 siang.

Sementara itu dalam mediasi yang berlangsung, sebagai bukti pengakuan pihak perusahaan, warga meminta pihak perusahaan menandatangani perjanjian bermaterai yang menyebutkan bahwa kebocoran gas memang ulah dari PT Smelting.

Tak hanya itu, warga juga meminta kepada pihak perusahaan menghentikan proses produksi sampai proses penyidikan dan perbaikan area kebcoran gas selesai.

Kemudian jika akan melanjutkan proses produksi, PT Smelting diminta untuk memberi tahu warga terlebih dahulu.

Budi menambahkan semua warga yang mengalami mual, sesak nafas dan pusing sudah dibawa ke RS Petrokimia Gresik. Pihaknya juga masih belum mengetahui pasti jumlah warga yang dilarikan ke rumah sakit.

"Kira-kira ada 60 an orang yang dilarikan ke rumah sakit. Kita belum mendapatkan jumlah pasti karena kami sendiri kekurangan orang untuk melakukan pendataan serta berapa orang yang harus menjalani rawat inap atau rawat jalan," pungkasnya.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
84%
Kontra
16%