Sabtu, 06/07/2013 12:07 WIB

3 Ribu Polisi Siaga di Titik Rawan Laka Saat Ramadan & Lebaran

Norma Anggara - detikNews
Surabaya - Aktivitas masyarakat menjelang dan selama Ramadan hingga lebaran 1434 H diprediksi akan terus meningkat. Sebanyak 3.029 personel polisi disiagakan di titik-titik rawan laka di jalur Jawa Timur.

"Kami siagakan 3.029 personel," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono, Sabtu (6/7/2013).

Sejak 4 Juli hingga menjelang momen lebaran, polisi dengan cara preventif dan represif akan mengamankan situasi dan kondisi selama momen Ramadan dan Idul Fitri.

Petugas akan mengamankan subyek yakni manusia, benda yakni kendaraan, lokasi titik rawan laka dan aktivitas sekelompok orang yang mungkin membahayakan keamanan sosial.

"Kami mengamankan manusianya, yakni pengguna jalan, pengendara atau pengemudi. Kendaraan serta tempat-tempat rawan laka dan kemacetan. Juga aktivitas-aktivitas yang bisa membahayakan keamanan, misalnya balap liar," jelas Awi.

Preventif, dengan maksud polisi berusaha mencegah hal-hal kemungkinan buruk. Sementara represif merupakan upaya pengendalian sosial yang ditujukan untuk memulihkan keadaan seperti sebelum pelanggaran itu terjadi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nrm/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%