detikcom
Minggu, 30/06/2013 14:03 WIB

Sopir Truk Tronton Muat Tapioka Ditahan Laporkan Pencurian Palsu

Eko Sujarwo - detikNews
Lamongan - Berbagai macam modus penipuan dilakukan demi keuntungan sesaat. Tak terkecuali yang dilakukan sopir truk tronton bermuatan tapioka. Hanya demi keuntungan pribadi dia rela membuat laporan palsu terkait truknya yang dilaporkan hilang. Padahal, dia dan teman-temannya sedang berkomplot mencuri truk dan muatannya.

Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, informasi ini berawal sopir truk tronton bermuatan tapioka seberat 32 ton bernama Munafsir Arifin (45) warga Desa/Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Lampung. Saat itu, Munafsir datang ke Mapolres Lamongan mengaku kehilangan truk tronton yang diparkir di jalan Poros Surabaya Lamongan.

Dia mengaku mengirim tapioka dari Bandar Lampung ke Pasuruan. Hanya saja saat tiba di Lamongan dan berhenti untuk parkir, truk yang disopiri raib.

Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Hasran mengatakan, mendapat laporan itu pihaknya langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Pihaknya juga memeriksa sang sopir yang telah memberikan laporan tersebut. Hanya saja, setelah mendapat laporan sopir langsung menghilang.

Curiga dengan kelakuan sopir yang melaporkan kehilangan truk, kata dia, pihaknya melakukan penyelidikan. Diketahui jika sopir telah memberikan laporan palsu ke petugas. "Yang terjadi sebenarnya adalah sopir tersebut berusaha melarikan truk beserta isinya dengan dibantu komplotannya," ungkap Hasran.

Hasil penyidikan, kata Hasran, sopir dengan sengaja menggelapkan truk bekerja sama dengan pelaku lainnya. Mendapati laporan tersebut, petugas melakukan pengejaran. Polisi akhirnya berhasil menangkap sopir dan 2 temannya saat di Jombang. Mereka yakni M Romadhon (30) warga Menganti, Gresik dan Malik Ibrahim (31) warga Pacet, Mojokerto.

Sementara, pelaku lain pembuatan laporan palsu dan penggelapan truk tronton yang berhasil ditangkap adalah Nur Cahyono (28) warga Sempu, Banyuwangi dan Iman Wahyudi (48) warga Sooko, Mojokerto. "Tersangka terakhir yang ditangkap di Mojokerto ini pernah ditahan karena kasus yang sama pada 2010," ujarnya.

Saat ini, petugas mengembangkan kasus laporan palsu dan penggelapan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantarnya 1 unit truk tronton, 1 lembar surat jalan dari Lampung tujuan Pasuruan dan 1 truk Colt Diesel yang dipakai para tersangka mengangkut truk tronton.

"Semua pelaku untuk sementara sudah ditahan di Mapolres Lamongan," pungkas Hasran.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
MustRead close