detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 30/06/2013 14:03 WIB

Sopir Truk Tronton Muat Tapioka Ditahan Laporkan Pencurian Palsu

Eko Sujarwo - detikNews
Lamongan - Berbagai macam modus penipuan dilakukan demi keuntungan sesaat. Tak terkecuali yang dilakukan sopir truk tronton bermuatan tapioka. Hanya demi keuntungan pribadi dia rela membuat laporan palsu terkait truknya yang dilaporkan hilang. Padahal, dia dan teman-temannya sedang berkomplot mencuri truk dan muatannya.

Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, informasi ini berawal sopir truk tronton bermuatan tapioka seberat 32 ton bernama Munafsir Arifin (45) warga Desa/Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Lampung. Saat itu, Munafsir datang ke Mapolres Lamongan mengaku kehilangan truk tronton yang diparkir di jalan Poros Surabaya Lamongan.

Dia mengaku mengirim tapioka dari Bandar Lampung ke Pasuruan. Hanya saja saat tiba di Lamongan dan berhenti untuk parkir, truk yang disopiri raib.

Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Hasran mengatakan, mendapat laporan itu pihaknya langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Pihaknya juga memeriksa sang sopir yang telah memberikan laporan tersebut. Hanya saja, setelah mendapat laporan sopir langsung menghilang.

Curiga dengan kelakuan sopir yang melaporkan kehilangan truk, kata dia, pihaknya melakukan penyelidikan. Diketahui jika sopir telah memberikan laporan palsu ke petugas. "Yang terjadi sebenarnya adalah sopir tersebut berusaha melarikan truk beserta isinya dengan dibantu komplotannya," ungkap Hasran.

Hasil penyidikan, kata Hasran, sopir dengan sengaja menggelapkan truk bekerja sama dengan pelaku lainnya. Mendapati laporan tersebut, petugas melakukan pengejaran. Polisi akhirnya berhasil menangkap sopir dan 2 temannya saat di Jombang. Mereka yakni M Romadhon (30) warga Menganti, Gresik dan Malik Ibrahim (31) warga Pacet, Mojokerto.

Sementara, pelaku lain pembuatan laporan palsu dan penggelapan truk tronton yang berhasil ditangkap adalah Nur Cahyono (28) warga Sempu, Banyuwangi dan Iman Wahyudi (48) warga Sooko, Mojokerto. "Tersangka terakhir yang ditangkap di Mojokerto ini pernah ditahan karena kasus yang sama pada 2010," ujarnya.

Saat ini, petugas mengembangkan kasus laporan palsu dan penggelapan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantarnya 1 unit truk tronton, 1 lembar surat jalan dari Lampung tujuan Pasuruan dan 1 truk Colt Diesel yang dipakai para tersangka mengangkut truk tronton.

"Semua pelaku untuk sementara sudah ditahan di Mapolres Lamongan," pungkas Hasran.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%