Kamis, 27/06/2013 22:41 WIB

Sikap Gus Choi Disesalkan, PMII: Gus Ipul Tidak Bisa Masuk IKA PMII

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Gerah. Itulah yang dirasakan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur. Pasalnya, A Efendi Choiri menawari Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk masuk menjadi anggota kehormatan Ikatan Alumni (IKA) PMII.

"Kami tidak sepakat, apalagi ini menjelang Pilgub Jatim," kata Sekretaris Umum PKC PMII Jawa Timur Deny Mahmud Fauzi melalui siaran pers, Kamis (27/6/2013) malam.

Tawaran Sekjend PB IKA-PMII Efendi Choiri itu disampaikan pada acara Pra-Munas IKA-PMII di Gedung Museum NU, Surabaya, Selasa (25/6/2013). Alasan tawaran Gus Choi - sapaan akrab Efendi Choiri - itu agar dukungan IKA PMII pada Pilgub Jatim lebih jelas.

Dalam forum tersebut, Gus Ipul juga hadir dalam kapasitasnya sebagai wakil gubernur Jatim, yang pada Pilgub 2013 ini, ia akan mencalonkan kembali bersama Soekarwo.

Deny menilai, tawaran Gus Choi itu tidak etis dan sangat politis. Pasalnya, Gus Ipul adalah bukan kader PMII "Keanggotaan IKA PMII itu adalah dari alumni yang telah lama berproses di PMII," tegasnya.

"Secara kultural hubungan kami (PMII Jatim, red) dengan Gus Ipul itu baik, tapi kami pikir tidak perlu lah Gus Ipul dimasukkan sebagai anggota IKA PMII, karena beliau memang bukan kader PMII," tandasnya menambahkan.

Tawaran itu dinilai sangat kental bermuatan politis. Deny menilai, IKA PMII telah dicoba untuk diseret ke dalam arena dukung-mendukung pada Pilgub Jatim 29 Agustus mendatang.

"Secara etika organisasi, IKA PMII haram dibawa-bawa untuk mendukung calon tertentu," ujarnya.

Direktur Lembaga Kajian Strategis dan Opini Publik PMII Jatim, Abdul Hady JM mengaku, dalam dua hari ini, pihaknya mendapat banyak komplain dari hampir semua pengurus cabang dan kader PMII se Jatim terkait tawaran Gus Choi tersebut.

"Mereka menolak dan meminta agar Gus Choi mencabut tawaran tersebut," terang Abdul Hady JM dalam siaran pers tersebut.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%