Detik.com News
Detik.com
Kamis, 27/06/2013 14:57 WIB

Kasus Briptu Rani, Kapolres Mojokerto Dicopot

Norma Anggara - detikNews
Kasus Briptu Rani, Kapolres Mojokerto Dicopot
Surabaya - Sidang KKEP (Komisi Kode Etik Profesi) terhadap AKBP Eko Puji Nugroho telah digelar. Hasilnya, Kapolres Mojokerto itu terbukti melakukan tindakan yang tak patut dilakukannya kepada Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni.

"Kapolres Mojokerto terbukti melanggar Pasal 7 ayat 1 Peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi polri," kata AKBP Awi Setiyono di Polda Jatim, Kamis (27/6/2013).

"Kapolres Mojokerto terpaksa kena mutasi demosi, dipindah ke jabatan yang lebih rendah," tambah Awi.

Apakah Eko terbukti melakukan perbuatan seperti dakwaan Briptu Rani yang menyebutkan hal-hal melecehkan?

"Kami tidak bisa menyebutkan secara detil. Kami menyebut itu hal-hal yang tidak patut dilakukan oleh seorang pimpinan," tambah Awi.

Apakah tuduhan ibunda Briptu Rani, Raya Situmeang, yang menyebutkan Kapolres Mojokerto pernah mengukur baju dinas dan menempelkan tangannya ke tubuh Briptu Rani?

"Kami sudah mendatangkan 6 saksi, salah satunya tukang jahit yang hadir saat peristiwa itu terjadi. Iya, yang soal mengukur baju dinas, itu benar. Tapi itu bukan pelecehan kan?," tutur Awi.

Untuk diketahui, Raya Situmeang ibunda Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni (25) beberapa waktu lalu membuat 5 pengakuan tentang perbuatan yang dilakukan Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho kepada anaknya.

Salah satu pengakuan Raya, Briptu Rani yang sempat menjadi Sekpri AKBP Eko Puji Nugroho pernah dipaksa menemani karaoke teman Kapolres. Rani juga disebut pernah dipegang-pegang, saat Kapolres ingin mengukur baju dinasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nrm/iwd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%