detikcom
Senin, 17/06/2013 13:40 WIB

Ada Demo Tolak BBM, Lalu Lintas di Depan Gedung Grahadi Merambat

Reynita Carlina - detikNews
Teatrikal tolak kenaikan BBM/Budi S
Surabaya - Gelombang aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM di Surabaya terus bergulir. Imbasnya, arus lalu lintas di depan Gedung Negara Grahadi, sebagai tempat aksi pendemo mulai terjadi kemacetan.

Dari pengamatan detikcom, Senin (17/6/2013), arus lalu lintas dari arah Basuki Rahmat, Tunjungan menuju ke Gubernur Suryo sudah mulai padat.

Kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju kendaraannya, karena massa pendemo melakukan aksinya memakan hampir separuh badan jalan.

Dijadwalkan, delapan elemen massa yang terdiri dari mahasiswa dan buruh akan menggelar aksi di depan Gedung Grahadi. Namun sampai saat ini baru dua eleman yang datang yaitu dari Konfederensi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasai Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

"Perkiraan massa kalau sudah datang semua mencapai 950 an," ujar Tim Nego Polrestabes Surabaya, AKP Endang M.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
60%
Kontra
40%