Sabtu, 15/06/2013 12:46 WIB

MTQ XXV 2013 Digelar di Surabaya

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke XXV 2013 tingkat Provinsi Jawa Timur, digelar di Kota Surabaya. Jumlah peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jatim sekitar 1.051 orang.

"MTQ ke XXV tingkat Provinsi Jawa Timur ini mulai 17-26 Juni 2013," ujar Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Timur M Sudjak kepada wartawan di sela acara rapat koordinasi di Ruang Binaloka komplek Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Surabaya, Sabtu (15/6/2013).

Sebanyak 2.051 orang peserta MTQ dari 38 kabupaten dan kota di Jatim. Jumlah peserta hampir sama pada saat MTQ ke XXIV 2011 di Madiun. "Peserta terdiri dari peserta lomba, pelatih, official dan penggembira," ujarnya.

MTQ yang diagendakan dua tahunan ini, akan melombakan 7 cabang musbaqah yakni cabang Tilawah Al Qur'an, Tahfidz Al Qur'an, Fahmil Al Qur'an, Syahril Al Qur'an, Khat Al Qur'an, Tafsir Al Qur'an dan terbagi dalam 20 golang serta kategori putra-putri.

Tempat perlombaan di Kota Surabaya tersebar di 9 titik yakni Masjid Al Akbar, Asrama Haji Sukolilo, Graha Sawunggaling, Ruang Bappeko Kota Surabaya, Convention Hall Jalan Arif Rahman Hakim, Gedung Wanita Kalibokor, Gedung PKK Tambaksari serta Stadion Gelora 10 Nopember
Tambaksari Surabaya.

Pada saat MTQ juga diselenggarakan pameran produk unggulan di GOR 10 Nopember yang diikuti 38 kabupaten dan kota. Serta pawai ta'aruf kafilah MTQ yang dimulai dari GOR 10 Nopember-Jalan Kusuma Bangsa-Jalan Pemuda-Jalan Sedap Malam-finis di Taman Surya Balaikota Surabaya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(roi/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%