detikcom
Kamis, 13/06/2013 15:06 WIB

Lapas Lowokwaru Tolak Kehadiran Kontras

Muhammad Aminudin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Malang - Rencana Kontras menemui Ruben Pata Sambo (72), terpidana mati kasus pembunuhan berencana di Lapas Kelas I Lowokwaru, gagal. Petugas Lapas melarang Kontras masuk atas perintah kepalanya.

"Kami berniat membesuk Pak Ruben bersama anaknya serta didampingi rohaniawan. Tapi ditolak petugas lapas karena perintah dari atasan mereka, mungkin dari kalapas," sesal Koordinator Kontras Jatim Andy Irfan kepada detikcom, Kamis (13/6/2013) siang.

Andy menerangkan, kehadirannya bersama putri Ruben tertuduh kasus pembunuhan berencana satu keluarga terhadap Andrias Pandin, Martina La'biran (istri Andrias), anaknya bernama Israel dan nenek dari Andrias Pandin 23 Desember 2005 lalu.

Belakangan Ruben menyatakan jika dirinya bukan merupakan pelaku dari aksi keji, melainkan orang lain yang kini sudah menjalani hukuman.

"Kami kira Lapas seharusnya tidak terlalu resisten dengan membatasi kunjungan dan semestinya mengijinkan pihak keluarga dan pendampingnya diberbolehkan bertemu. Karena hal itu adalah hak hukum bagi korban dan keluarga," terang Andy.

Menurut dia, Lapas Kelas I Lowokwaru telah membatasi hak-hak hukum yang melekant pada korban dan keluarga, dalam masalah ini Ruben yang divonis hukuman mati dan mengaku bukan pelakunya.

"Kasus Ruben bentuk buruknya sistem penegakkan hukum di Indonesia," tutur Andy.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%