Sabtu, 08/06/2013 16:41 WIB

Nilai UN Bahasa Indonesia MI 09 Singosari Hanya 1

M. Aminuddin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Malang - Hasil Ujian Nasional (UN) siswa-siswi Madrasah Ibtida'iyah (MI) 09 Al Maarif Randuagung, Singosari, Kabupaten Malang, sungguh mengejutkan.

Dari 50 siswa, rata-rata mendapat nilai Bahasa Indonesia 1,4. Hasil itu jauh berbeda dengan mata pelajaran lain, yakni Matematika dan IPA. Pihak sekolah pun menduga ada kesalahan cetak dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur.

"Semuanya dapat nilai 1 untuk Bahasa Indonesia," sesal Kasek MI 09 Randuagung
M. Bukhori berbincang dengan detikcom di kantornya Jalan Raya Randuagung, Sabtu (8/6/2013) siang.

Ia mengaku, harus menunda dulu pemberian hasil UN ini kepada wali murid hari ini setelah melihat hasil nilai tersebut. "Terpaksa kami tunda dulu, tapi sudah kami umumkan tadi semua siswa lulus dengan mengundang wali murid," akunya.

Menurut dia, dengan hasil nilai tersebut semestinya seluruh anak didiknya tidak lulus ujian. Namun, kebijakan sekolah memutuskan untuk meluluskan seluruh siswa.

Pengumuman tadi siang dengan mengundang wali murid terpaksa hanya memberikan
surat keterangan lulus saja.

"Ya mestinya tidak lulus semua. Tapi hasil rapat guru terpaksa semua siswa dinyatakan lulus," tuturnya.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%