Jumat, 07/06/2013 17:56 WIB

KPU Batu Tunggu Salinan Putusan PTUN Soal Keabsahan Pilkada

M Aminuddin - detikNews
Kota Batu, - Dinilai terlalu prematur dalam meloloskan pasangan Eddy Rumpoko (ER)-Punjul pada Pilkada Kota Batu yang digelar 2 Oktober 2012 lalu, KPUD setempat belum bersedia menyikapinya.

Alasannya karena belum menerima salinan resmi putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya.

"Lihat salinan keputusannya dulu untuk menyikapinya," ujar Komisioner KPUD Kota Batu Supriyanto berbincang dengan detikcom, Jumat (7/6/2013).

Menurut dia, informasi atas keputusan PTUN Surabaya itu masih simpang siur. Termasuk poin yang dikabulkan oleh pihak penggugat, yakni pasangan Abdul Majid-Kustomo (MK), Suhadi-Suyitno (Dino) dan pasangan Gunawan Wirutomo-Sundjojo (Wak Gus).

"Karena kita belum tahu poin yang mana dikabulkan. Setahu kami dulu tiga pasangan itu menggugat SK penetapan pasangan nomor 4, yaitu ER-Punjul yang sudah dilantik setahun lalu," tuturnya.

Memang, lanjut dia, dalam gugatan yang dilayangkan tiga pasangan calon kepada KUPD adalah mempermasalahkan surat keputusan penetapan pasangan Eddy Rumpoko dan Punjul Santoso karena belum memiliki kekuatan hukum tetap PTUN.

Namun, kata dia, PTUN kemudian mengabulkan gugatan DPC PDI Perjuangan Kota Batu dan meloloskan pasangan nomor urut 4 tersebut. "Selain itu, dalam gugatan tiga pasangan calon tidak ada poin untuk pelaksanaan pilkada ulang," sambungnya.

Supriyanto menambahkan, kondisi ini membuatnya pihaknya harus menunggu salinan resmi dari PTUN, agar mengetahui secara jelas poin gugatan yang dikabulkan.

"Karena itu tunggu nanti salinannya kami terima dan kami akan melihat dulu reaksi atau sikap tergugat lain, yakni DPRD dan pemenang pilkada." imbuhnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%