Detik.com News
Detik.com
Rabu, 05/06/2013 11:27 WIB

TKI Asal Lamongan Tewas Ditusuk Orang Tak Dikenal di Malaysia

Eko Sudjarwo - detikNews
Lamongan - Lagi-lagi kabar tak sedap nasib TKI. Kali ini TKI asal Lamongan yang bekerja di Malaysia tewas karena ditusuk orang tak dikenal.

Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, TKI tersebut adalah Hisbullah Huda alias Bowo (31) warga Desa Karanganom Kecamatan Karang Binangun. Bowo tewas karena ditusuk orang tak dikenal saat baru pulang kerja.

Kepala Desa Karanganom, Rofiq membenarkan jika Bowo salah seorang warganya yang kerja di Malaysia tewas karena ditusuk orang tak dikenal.

Kejadian penusukan, kata Rofiq, terjadi Senin lalu (3/6). Pihaknya menerima kabar meninggalnya korban dari salah seorang teman Bowo di Malaysia. "Bowo meninggal pada hari senin lalu akibat luka tusuk," kata Rofiq kepada detikcom, Rabu (5/6/2013).

Rofiq mengatakan, jenasah Bowo dikabarkan tiba di Bandara Juanda pukul 15.00 WIB dan diperkirakan akan tiba di rumah duka di Desa Karanganom pada malam hari nanti. "Kabar yang kami terima jenasah akan tiba nanti malam," ujarnya.

Saat ini, keluarga dan warga desa sudah menyiapkan kedatangan jenazah. Mereka berharap pemerintah Indonesia bersedia membantu keluarga dengan mendesak pemerintah malaysia mengusut tuntas kasus penusukan yang menewaskan Bowo.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%