detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 22:54 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 04/06/2013 11:47 WIB

Satu Pelaku Pembakar Bus Sinar Mandiri di Tuban Pelajar SMP foto

Dion Fajar - detikNews
Pelaku pembakar Bus Sinar Mandiri/Dion Fajar
Tuban - Dua pelaku pembakaran Bus Sinar Mandiri jurusan Surabaya-Semarang di jalur pantura Kecamatan Bancar, Tuban, ditangkap Satreskrim Polres Tuban. Ironisnya, satu dari pelaku masih di bawah umur dan berstatus pelajar SMP.

Dua Pelaku adalah Wage (53), warga Dusun Mamer Kecamatan Bancar, Tuban dan WDS (16), pelajar SMP asal Kecamatan Bancar. WDS diketahui kerabat dekat Mbah Kuning, penjual nasi jagung yang tewas ditabrak Bus Sinar Mandiri.

Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Noersento mengatakan, pihaknya telah menangkap dua pelaku pembakaran bus. Penangkapan pelaku didasarkan atas rekaman video amatir yang diambil warga saat peristiwa pembakaran berlangsung.

"Didasarkan dari keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian dan dikuatkan dengan rekaman video saat peristiwa pembakaran bus berlangsung," terangnya.

Menurut Noersento, kedua pelaku berperan aktif sebagai provokator dalam aksi anarkis massa Senin kemarin. Bahkan keduanya menjadi orang yang menyediakan bensin untuk membakar badan bus nopol N 7726 UG tersebut.

Bersama kedua pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya batu, botol plastik dan kaca bekas wadah bensin, korek api, dan kayu. Sementara bangkai bus yabg menjadi barang bukti utama diamankan di halaman belakang Mapolres Tuban.

"Pelaku masih kita periksa terus guna pengembangan kasus. Bisa jadi pelaku nanti akan bertambah karena di lokasi saat itu massa berjumah ratusan," terang perwira dengan tiga balok di pundaknya ini.

"Keduanya kita jerat pasal 170 ayat 1 dan 2 KUHP tentang bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," pungkasnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close