detikcom
Selasa, 04/06/2013 11:47 WIB

Satu Pelaku Pembakar Bus Sinar Mandiri di Tuban Pelajar SMP foto

Dion Fajar - detikNews
Pelaku pembakar Bus Sinar Mandiri/Dion Fajar
Tuban - Dua pelaku pembakaran Bus Sinar Mandiri jurusan Surabaya-Semarang di jalur pantura Kecamatan Bancar, Tuban, ditangkap Satreskrim Polres Tuban. Ironisnya, satu dari pelaku masih di bawah umur dan berstatus pelajar SMP.

Dua Pelaku adalah Wage (53), warga Dusun Mamer Kecamatan Bancar, Tuban dan WDS (16), pelajar SMP asal Kecamatan Bancar. WDS diketahui kerabat dekat Mbah Kuning, penjual nasi jagung yang tewas ditabrak Bus Sinar Mandiri.

Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Noersento mengatakan, pihaknya telah menangkap dua pelaku pembakaran bus. Penangkapan pelaku didasarkan atas rekaman video amatir yang diambil warga saat peristiwa pembakaran berlangsung.

"Didasarkan dari keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian dan dikuatkan dengan rekaman video saat peristiwa pembakaran bus berlangsung," terangnya.

Menurut Noersento, kedua pelaku berperan aktif sebagai provokator dalam aksi anarkis massa Senin kemarin. Bahkan keduanya menjadi orang yang menyediakan bensin untuk membakar badan bus nopol N 7726 UG tersebut.

Bersama kedua pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya batu, botol plastik dan kaca bekas wadah bensin, korek api, dan kayu. Sementara bangkai bus yabg menjadi barang bukti utama diamankan di halaman belakang Mapolres Tuban.

"Pelaku masih kita periksa terus guna pengembangan kasus. Bisa jadi pelaku nanti akan bertambah karena di lokasi saat itu massa berjumah ratusan," terang perwira dengan tiga balok di pundaknya ini.

"Keduanya kita jerat pasal 170 ayat 1 dan 2 KUHP tentang bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," pungkasnya.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%