detikcom
Kamis, 30/05/2013 21:56 WIB

Mutasi Bergulir, Kapolrestabes Surabaya Diganti

Norma Anggara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Gerbong mutasi jajaran perwira menengah (pamen) di lingkungan Polri kembali bergulir. Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/1118/V/2013 tanggal 30 Mei 2013; ST/1119/V/2013 tanggal 30 Mei 2013; dan ST/1120/V/2013 tanggal 30 Mei 2013 menyebutkan ada 723 pamen dimutasi.

Salah satunya yakni Kombes Pol Tri Maryanto SH, MBA, MM. Pria yang menjabat sebagai Kapolrestabes Surabaya ini akan diangkat sebagai Irwasda Polda Jateng.

Telegram itu menyebutkan jika Kombes Pol Drs Setija Junianta menjadi pengganti Tri Maryanto. Sebelumnya, Setija menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Akpol Lemdikpol. Pria dengan pangkat tiga melati di pundak ini pernah menjadi Wakapolwiltabes Surabaya di era Kombes Pol Ronny F Sompie.

Perwira lain di Jatim yang dimutasi adalah Kapolresta Mojokerto AKBP Iwan Kurniawan. Posisi Kapolresta Mojokerto yang baru diisi oleh AKBP Wiji Suwartini, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jatim. Iwan sendiri dimutasi menjadi Kapolres Ponorogo. Iwan menggantikan AKBP Yuda Gustawan yang diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadir Intelkam Polda Jatim.

Lalu, jabatan Kapolres Lamongan bakal diisi AKBP Solehan, yang sebelumnya menjabat Kapolres Sampang. Untuk Kapolres Sampang yang ditinggalkan Solehan bakal dijabat AKBP Imran Edwin Siregar, yang sebelumnya menjadi Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya.

Kapolres Lamongan AKBP Marsudianto sendiri diangkat menjadi Wakapolrestabes Surabaya. Jabatan ini menggantikan AKBP Agus Salim yang akan memperoleh jabatan baru sebagai dosen Akpol Lemdikpol.

Kapolres Lumajang AKBP Susanto akan menduduki jabatan baru sebagai Wadir Reskoba Polda Bali menggantikan AKBP I Gusti Ketut Sudarsana (jabatan baru sebagai Wadir Reskoba Polda Jambi). Penggantinya AKBP Singgamata, sebelumnya menjabat Kasubbid Paminal Bid Propam Polda Jatim.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nrm/iwd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%