Detik.com News
Detik.com
Rabu, 29/05/2013 19:42 WIB

Tim Mabes Polri Kembali Usut Kasus Penyerobotan Tanah di Kalianak

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Kasus penyerobotan tanah seluas 11 ribu meter persegi di Jalan Kalianak Barat 53 yang diserobot pengusaha truk sejak Agustus 2008 tak kunjung tuntas. Dalam kasus ini, sudah ada penetapan dua orang tersangka. Satu diantaranya perwira polisi.

Kasus ini, awalnya ditangani Polda Jatim, namun dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya, dan kini ditangani Polres Pelabuhan Tanjung Perak tak juga kunjung tuntas. Hal ini membuat tim Mabes Polri mendatangi Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk melakukan gelar kasus.

Kedatangan tim Mabes Polri ini berawal setelah Boediono Santoso (59) pemilik tanah meminta perlindungan hukum dengan mengirim surat ke Kapolri.

"Hasilnya tadi tim Mabes Polri datang dan melaksanakan gelar kasus dan hasilnya kami belum tahu," kata kuasa hukum Boediono, Sudiman Sidabuke kepada wartawan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (29/5/2013).

Dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini yakni Antoni Tan, pengusaha truk dan AKP Kemis Wandoko, yang saat itu menjabat sebegai Kanitreskrim Polsek Rungkut.

Sudiman menerangkan, kasus ini berawal pada 2008 yang tiba-tiba seseorang mendirikan bangunan dan memagari sebagian tanahnya seluas 5 ribu meter persegi, dan dijadikan garasi truk. Karena diserobot, pada 5 Agustus 2008, Boediono melapor ke Polda Jatim. Namun, kasus itu mandeg. Boediono kemudian melaporkan Antoni ke Polrestabes Surabaya.

Dari laporan kedua di Polrestabes Surabaya, kata Sudiman, kasus tersebut terkuak jika Antoni menyewa tanah dari AKP Kemis Wandoko. "Desember 2012, Antoni dan Kemis Wandoko ditetapkan sebagai tersangka. Namun kasus ini tidak jelas kelanjutannya karena lokasi perkara pada Februari 2013 ada pemisahan wilayah dan masuk wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak, makanya saya bersama klien saya mengadu ke Kapolri," imbuhnya.

Sudiman berharap dengan adanya gelar kasus yang dihadiri tim Mabes Polri, kasus tersebut bisa berjalan kembali dan ada kejelasan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%