detikcom
Sabtu, 25/05/2013 16:56 WIB

Lamongan Ultah ke 444, Bupati Ziarah ke Makam Ibunda Gajah Mada

Eko Sudjarwo - detikNews
Bupati Lamongan ziarah/Eko Sudjarwo
Lamongan - Ada yang berbeda dalam Peringatan Hari Jadi Lamongan kali ini. Satu hari sebelum 26 Mei, selalu diawali ziarah ke leluhur Lamongan. Kali ini, usai ziarah dan tabur bunga di Makam Mbah Lamong (Tumenggung Surajaya), Mbah Punuk dan Mbah Sabilan di kawasan kota, Bupati Fadeli bersama pimpinan daerah juga mengunjungi makam sesepuh di Dusun Cancing Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang.

Di desa ini, terdapat makam dari Nyi Andong Sari yang diyakini sebagai ibunda dari Mahapatih Gajah Mada. Di desa ini pula, diyakini sebagai tempat kelahiran Hadi, yang kelak dilantik oleh Sunan Giri IV menjadi Adipati Lamongan yang pertama dengan gelar Tumenggung Surajaya pada 10 Dzulhijjah 976 Hijriyah atau bertepatan dengan Kamis Pahing tanggal 26 Mei 1569 Masehi.

Menurut Ketua Umum Panitia HUT ke 444 Kota Lamongan, Yuhronur Efendi, kunjungan ke Makam Nyi Andong Sari sengaja dilakukan agar perayaan tidak terkesan hanya menjadi milik masyarakat Kota Lamongan saja.

Terlebih jika menilik sejarah masa lalu, wilayah Lamongan Selatan adalah daerah yang sangat strategis bagi kerajaan-kerajaan besar seperti Airlangga dan Majapahit.

"Dalam peringatan HUT ini ke depan, dimungkinkan akan dilakukan kunjungan dan ziarah ke wilayah-wilayah lain di Lamongan terkait leluhur kabupaten ini. Seperti di wilayah utara yang dulu juga pernah berdiri perdikan-perdikan Islam seperti Perdikan Drajat, Sedayu dan Sendhang Duwur," ungkap Yuhronur.

Untuk menuju ke makam Nyai Andongsari yang dipercaya sebagai makam Ibunda Mahapatih Gajah Mada tersebut, bupati dan rombongannya harus melewati tangga undakan. Makam yang kini sudah direhab Pemkab Lamongan dan difungsikan sebagai Peninggalan Situs Bersejarah sekaligus tempat Wisata sejarah ini setiap hari dikelola dan dirawat oleh seorang juru kunci makam.

Makam ini menurut sang juru kunci merupakan bukti fisik akan keberadaan asal usul Gajah Mada. Gunung atau biasa juga disebut bukit Ratu tempat Nyai Andongsari dimakamkan. Dulunya merupakan petilasan dari Dewi Andong Sari yang diusir dari Majapahit, karena iri hati dari permaisuri Dara Petak dan Dara Jingga karena khawatir memiliki seorang putra.

Di bukit inilah tempat Dewi Andongsari menjalani hari-harinya sampai akhirnya melahirkan Joko Modo atau yang kemudian dikenal sebagai Gajah Mada. Di masa mudanya, Gajah Mada besar di daerah ini yang kemudian mengabdi ke Majapahit hingga akhirnya menjabat sebagai mahapatih. Di daerah Lamongan selatan sendiri memang banyak sekali cerita rakyat yang berkembang tentang asal usul Gajahmada tersebut.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
29%
Kontra
71%