detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 23/05/2013 14:19 WIB

Pengumuman UN SMA, Besok Pelajar Dilarang Konvoi

Norma Anggara - detikNews
Surabaya - Hasil kelulusan Ujian Nasional (UN) setingkat SMA diumumkan besok, Jumat (24/5/2013). Para pelajar dilarang konvoi!

Untuk mencegah euforia berlebihan perayaan kelulusan UN, Satlantas Polrestabes Surabaya gencar mensosialisasikan slogan "Unas Tanpa Konvoi". Polisi mengimbau agar pengumuman kelulusan UN sebaiknya diarahkan ke hal-hal positif.

"Momen kelulusan biasanya selalu dihiasi arak-arakan dan euforia yang berlebihan. Tapi, pengumuman kelulusan SMA pada Jumat (24/5/2013) besok akan beda," kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Sabilul Alif saat dihubungi detikcom, Kamis (23/5/2013).

Konvoi kelulusan yang hampir selalu terjadi setiap pengumuman hasil UN dianggap sering menimbulkan korban jiwa karena kecelakaan lalu lintas.

Sabilul menjelaskan, pihak kepolisian akan bekerjasama dengan Pemkot Surabaya untuk menggelar pentas seni antar sekolah yang memperebutkan Piala Walikota. Pentas seni dan budaya akan menggantikan aksi konvoi kelulusan sekolah.

"Dengan cara menampilkan karya di depan adik-adik kelasnya. Saat pengumuman tidak menggunakan seragam sekolah tapi menggunakan baju batik atau baju tematik," tutur Sabilul.

Rencananya, kegiatan pentas seni kelulusan siswa SMA akan digelar seminggu setelah pengumuman kelulusan. Sementara saat pengumuman hasil UN besok, siswa akan diliburkan. Bagi yang tidak lulus akan dikirim surat ke rumahnya.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nrm/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%