detikcom
Kamis, 23/05/2013 13:23 WIB

Pejabat Rutan Medaeng yang Ditangkap BNN Kaki Tangan Gembong Narkoba

Zainal Effendi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Made Yoga (46), seorang pejabat di Rutan Medaeng ditangkap BNN saat membawa sabu seberat 700 gram. Made diduga kuat menjadi kaki tangan bandar narkoba yang sebelumnya pernah menjadi tahanan di Rutan Medaeng.

Made Yoga yang menjabat sebagai Kasubsi Kepegawaian Rutan Klas I Surabaya,di Medaeng, Sidoarjo, ini ditangkap setelah sebelumnya BNN melakukan penangkapan terhadap Siswo Prawiro (56), mantan warga binaan Rutan Klas I Surabaya dengan kasus narkotika yang divonis 7 tahun.

Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar mengatakan, selain Made Yoga dan Siswo Prawiro, pihaknya juga mengamankan dua tersangka lain yang merupakan pengembangan kasus peredaran narkoba yang melibatkan pejabat Rutan Medaeng.

"Keempat tersangka ini merupakan jaringan narkotika Malaysia. Karena semua barangnya (sabu) disuplai dari Negeri Jiran," kata Anang Iskandar kepada wartawan usai Deklarasi 10 Ribu Pelajar se Jatim Anti Narkoba di Convention Hall Supermall Surabaya, Kamis (23/5/2013).

Keempat tersangka yang diamankan BNN yakni, Made Yuda (46), Siswo Prawiro (47) warga Klampis Semolo Barat, Irine Sulistiowati (38) warga Pandugo I dan Rony Cristanto (42) asal Kusuma Bangsa, Pekalongan.

Anang Iskandar mengungkapkan, pengungkapan jaringan ini berawal pada 17 Mei 2013 lalu. Saat itu Made Yoga menemui Siswo Prawiro yang baru pulang dari luar negeri untuk mengembalikan sabu seberat 700 gram karena Made akan pergi ke Balikpapan.

"Made berpesan kepada Siswo agar yang 100 gram tidak dijual karena sudah ada yang memesan dan akan dilakukan transaksi sepulang Made dari Balikpapan," ungkapnya.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%