Detik.com News
Detik.com
Rabu, 22/05/2013 12:34 WIB

Video Aksi Brutal Siswi Pasuruan, Polisi Baru Periksa Empat Teman Pelaku

Muhajir Arifin - detikNews
Video Aksi Brutal Siswi Pasuruan, Polisi Baru Periksa Empat Teman Pelaku
Pasuruan - Pelaku penganiayaan terhadap siswi SMK PGRI Pasuruan belum ditetapkan jadi tersangka. Meski dalam video berdurasi 2.6 menit itu terekam pelaku dengan brutal menghajar korban, namun polisi masih memeriksa saksi.

"Kita masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan menunggu hasil visum," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bambang Sugeng kepada detikcom, Rabu (22/5/2013).

Sejauh ini sudah empat orang saksi yang diperiksa. Mereka merupakan teman pelaku yang berada di lokasi kejadian saat aksi kekerasan di lakukan. Setelah pemeriksaan rampung dan hasil visum turun, polisi akan segera memanggil Nanda.

"Kalau tiga kali ngak hadir yang dipanggil paksa," tandas Bambang.

Nanda (20), mantan siswi SMKN 2 Pasuruan asal Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, diduga melakukan penganiayaan pada gadis asal Jalan Slamet Riyadi, Gadingrejo Kota Pasuruan di sebuah rumah di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan.

Aksi yang dilakukan usai pulang sekolah pada 4 Maret 2013 lalu iyu direkam dengan kamera handphone hingga tersebar luas. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka di wajah.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%