detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 17:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 21/05/2013 17:17 WIB

Bocah 5 Tahun Tewas Tersengat Listrik

Purwo S - detikNews
Pacitan - Naas menimpa Farid Fermansyah (5) warga Nanggungan, Pacitan. Bocah laki-laki itu meregang nyawa setelah tubuhnya tersengat aliran listrik saat bermain di rumah tetangga.

Informasi yang dihimpun, sebelum maut menjemput korban bermain di halaman rumah milik Wahyudi. Saat itu korban tidak sendirian. Ada anak sebaya lain bernama Jian yang memang diketahui teman sepermainannya.

Lantaran asyik bermain, keduanya tidak menyadari jika bahaya mengancam. Sumber petaka berasal dari sepotong kabel yang terurai dan jatuh ke tanah. Korban meninggal setelah memegangnya.

"Korban diduga kuat meninggal setelah tersengat aliran listrik di kabel tersebut," terang AKP Sardjono, Kapolsekta Pacitan kepada detikcom, Selasa (21/5/2013) sore.

Tentu saja, peristiwa yang menimpa anak perangkat desa bernama Suyadi (41) sontak menyita perhatian warga sekitar. Sebagian berupaya melakukan evakuasi dengan terlebih dulu memutus aliran listrik.

Polisi yang mendapat laporan langsung mengadakan olah TKP. Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, selain melakukan visum, aparat juga meminta keterangan sejumlah saksi. Termasuk diantaranya pemilik rumah.

"Jenazah sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," tambahnya.

Mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh tegangan listrik, Sardjono mengimbau masyarakat lebih berhati-hati memperlakukan salah satu sumber energi tersebut.

Yakni dengan memastikan instalasi yang ada aman dari jangkauan, terutama anak-anak. Selain itu, pengawasan terhadap mereka dinilai penting agar kasus serupa tidak terulang.

"Kita masih menyelidiki kemungkinan adanya kelalaian orang tua atau pihak lain," tandasnya.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%