detikcom
Selasa, 21/05/2013 14:47 WIB

Video Brutal Siswi Pasuruan, Aksi Kekerasan Dipicu Rebutan Cowok

Muhajir Arifin - detikNews
aksi kekerasan pelajar/File Muhajir Arifin
Pasuruan - Video kekerasan yang dilakukan Nanda (20), mantan siswa SMAN 2 Pasuruan kepada siswi SMK PGRI Pasuruan, sungguh memprihatinkan. Aksi brutal tersebut dilakukan karena cemburu dan perebutan pacar.

Dalam video berdurasi 2.6 menit yang menunjukkan aksi kekerasan tersebut, beberapa kali terdengar ucapan dari pelaku dan temannya yang mempertegas dugaan tersebut.

"Jok wani-wani, arek iki wes duwe pacar! (Jangan sok berani, orang ini sudah punya pacar!)," kata salah seorang di dalam video kepada korban yang kemudian disusul dengan pukulan dan tendangan ke arah korban.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Bambang Sugeng, Selasa (21/5/2013) membenarkan bahwa aksi kekerasan didasari masalah perebutan pacar. Ia tak habis pikir aksi brutal tersebut bisa dipicu karena cemburu.

"Iya memang awalnya terjadi perselisihan karena masalah cowok, sehingga berujung pada aksi kekerasan. Kita tak habis pikir aksi seperti ini dipicu masalah cemburu," ujar Bambang.

Polisi saat ini sudah memeriksa sejumlah saksi terkait aksi kekerasan yang menghebohkan warga dan kalangan pelajar tersebut. "Pelaku juga rencananya akan kita panggil," tandasnya.

Aksi kekerasan pelajar terekam dalam video berdurasi 2.6 menit. Video tersebut sudah menyebar ke masyarakat dan membuat geger. Dalam video itu tampak pelaku memukul, menjambak, mencakar dan menendang korban.

Pelaku terus menghajar meski korban tak melawan dan hanya menangis. Korban hanya bisa menutupi wajahnya yang menjadi sasaran amukan.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
29%
Kontra
71%