Detik.com News
Detik.com

Selasa, 21/05/2013 13:47 WIB

Video Brutal Siswi Pasuruan, Ortu Korban Kekerasan Lapor Polisi

Muhajir Arifin - detikNews
Video Brutal Siswi Pasuruan, Ortu Korban Kekerasan Lapor Polisi aksi kekerasan pelajar/Muhajir Arifin
Pasuruan - Polisi sudah mendapatkan laporan aksi brutal siswi di Pasuruan yang terekam kamera handphone. Orang tua korban, Solikin, warga Jalan Slamet Riyadi, Gadingrejo Kota Pasuruan akhirya melapor setelah melihat memar di wajah anaknya.

"Awalnya korban tidak mengaku saat ditanya luka di wajahnya. Namun setelah didesak akhirnya korban mengaku dihajar. Orang tua korban akhirnya melapor," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bambang Sugeng di kantornya, Selasa (21/5/2013).

Korban aksi kekerasan tersebut adalah siswi SMK PGRI Kota Pasuruan. Sementara pelaku diketahui mantan siswi SMAN 2 bernama Nanda (20), warga Jalan Pleret Utara Gang Pandean Desa Pleret, Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.

"Aksi tersebut dilakukan saat pulang sekolah. Korban diajak ke sebuah rumah salah satu temannya lalu dihajar di sana. Kekerasan ini dilakukan pada 4 Maret 2013 lalu," urai Bambang.

Menurut Bambang, aksi tersebut dilakukan di rumah salah satu teman pelaku di Kelurahan Balndongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan. Saat kejadian, banyak penghuni rumah yang melihat. Namun anehnya, pemilik rumah tak berupaya menghentikan kekerasan tersebut.

Dikatakan Bambang, pelaku bersama tiga temannya saat melakukan penganiayaan. Namun pihaknya belum bisa memastikan apakah ketiganya terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Video aksi kekerasan yang tersebar tersebut diduga hanya sebagian saja dari keseluruhan kejadian.

"Kita sudah memeriksa beberapa saksi. Sedangkan Nanda juga dijadwalkan aka kita periksa," tandas Sugeng.

Menurut Bambang, pelaku dijerat pasal 80 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 subsider 170 KUHP. Pelaku terancam 6 tahun hukuman penjara.

Aksi kekerasan tersebut terekam dalam video berdurasi 2.6 menit. Aksi brutal berawal ketika pelaku dan korban ngobrol di sofa. Pelaku merebut handphone korban dan membaca pesan di layar handphone. Setelah itu pelaku diam beberapa saat dengan ekspresi penuh amarah.

Selang beberapa detik, pelaku langsung memukul kepala korban. Rangkaian penganiayaan pun dimulai. Korban dijambak, dipukul, dicakar juga ditendang. Pelaku terus menghajar meski korban tak melawan dan hanya menangis. Korban hanya bisa menutupi wajahnya yang menjadi sasaran amukan.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Cegah Prostitusi, Pengelola Apartemen di Jakarta Harus Laporkan Penghuninya

Polisi membongkar praktik prostitusi di apartemen yang berawal dari pemesanan melalui forum di internet. Untuk mengantisipasi hal itu, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat meminta para pengelola apartemen harus memberikan data-data penghuninya. Bila Anda setuju dengan Wagub Djarot, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%