Kamis, 16/05/2013 17:50 WIB

Fashion on the Street Jadi Daya Tarik Majapahit Travel Fair

Reynita Carlina - detikNews
Foto : Reynita Carlina
Surabaya - Pengguna jalan yang lewat di Jalan walikota Mustajab mendapat hiburan wajah-wajah cantik. Sejumlah model yang biasanya meliuk-liuk di catwalk, sore hari itu berlenggak-lenggok di aspal jalan memamerkan busana dan wajah cantiknya.

Ya, para model jebolan Paul Sandy Model Academy ini sedang melakukan fashion on the street. Mereka mengenakan kain batik khas Madura yang disulap menjadi baju pesta. Dengan anggun, keempat model ini berpose menunjukkan keunikan busana yang mereka kenakan.

Ternyata keempat model itu memang sengaja didapuk menampilkan pagelaran fashion on the street untuk mengundang orang agar datang ke Majapahit Travel Fair (MTF). MTF adalah pameran promosi objek pariwisata yang ada di Jatim. Termasuk di dalamnya mempertunjukkan keunikan setiap daerah di Jatim seperti budaya, makanan khas, oleh-oleh, adat, dan ikon wisata.

"Kami sengaja mengundang orang untuk datang ke MTF yang digelar di Grand City. Salah satunya dengan fashion on the street," kata Paul Sandy kepada detikcom di depan Grand City Mall, Kamis (16/5/13).

Sayangnya, kegiatan fashion on the street tersebut membuat jalan semakin padat. Banyak pengguna jalan yang sengaja melambatkan kendaraannya hanya untuk melihat lenggak-lenggok para model tersebut. Kendaraan di belakangnya pun otomatis ikut melambat sehingga jalanan yang sudah padat tersebut semakin padat saja.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iwd/iwd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%