Rabu, 15/05/2013 19:22 WIB

Dugaan Briptu Rani Menghilang karena Foto Syur Tersebar Dimentahkan

Tamam Mubarrok - detikNews
Mojokerto - Dugaan penyebab menghilangnya Briptu Rani karena masalah foto koleksi pribadinya yang syur tersebar dimentahkan. Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho menuding polisi cantik itu mengada-ada.

Sebaliknya, kapolres menegaskan Briptu Rani lari dari sanksi yang diputus dalam sidang KKEP (Komisi Kode Etik Polri).

"Fotonya nyebar itu saat dia sudah kabur. Dia kabur murni lari dari sanksi," tegas kapolres saat ditemui detikcom di ruangannya, Rabu (15/5/2013).

Dugaan awal, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni yang memiliki satu anak itu menghilang dari Polres Mojokerto sejak tiga bulan lalu.

Polisi cantik yang sudah bercerai dengan suaminya itu diduga malu dan terpukul setelah foto-foto koleksi pribadinya yang berpose syur disebarkan ke situs jejaring sosial dan publik.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%