Rabu, 15/05/2013 18:24 WIB

Kapolres Mojokerto Tak Gentar Atas Pelaporan Briptu Rani ke Mabes Polri

Tamam Mubarrok - detikNews
Briptu Rani
Mojokerto - Keluarga Briptu Rani dikabarkan mendatangi Mabes Polri untuk melaporkan alasan dibalik menghilangnya dari Polres Mojokerto selama tiga bulan terakhir. Kapolres AKBP Eko Puji Nugroho pun tak gentar dengan ada pelaporan itu.

"Silahkan melaporkan. Toh kita tak pernah menekan dia, hanya menegur karena dia sering terkena kasus sering bolos dinas," AKBP Eko Puji Nugroho saat ditemui detikcom di ruangannya, Rabu (15/5/2013) sore.

Menurut Eko, selama ini Briptu Rani memang polisi yang dikenal paling banyak tersandung kasus bolos dinas dan desersi. Sejak tahun 2010 lalu Briptu Rani, kata kapolres, terhitung 3 kali menjalani sidang disiplin dan sekali sidang KKEP (Komisi Kode Etik Polri).

"Karena dia sering terkena kasus itu, kita mencoba membinanya. Meski sudah saatnya lepas dinas, saya tak memperbolehkannya pulang. Tujuannya agar dia disiplin dan taat aturan," tandasnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polers Mojokerto AKP Lilik Achiril Ekawati yang juga senior Polwan setempat, mengaku sering menegur Briptu Rani. Sebab tindakan indisipliner yang dilakukannya sudah keterlaluan.

"Saya hanya sekedar menegurnya, bukan menekannya. Kita ingin dia kembali disiplin lagi," pungkas Lilik mendampingi kapolres.

Sementara salah seorang kerabat yang dihubungi, bercerita banyak tentang yang dialami Briptu Rani selama dinas di Mojokerto. Namun kabar yang beredar, polisi cantik itu diduga malu dan terpukul setelah foto-foto koleksi pribadinya yang berpose syur disebarkan ke situs jejaring sosial dan publik.

Karena menghilang itulah, Propam Polres Mojokerto menepatkan Briptu Rani masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%