Rabu, 15/05/2013 13:11 WIB

Halangi Perbaikan Tanggul, 4 Korban Lumpur Lapindo Diamankan Polisi

Brury Susanto - detikNews
seorang korban lumpur ditangkap polisi/Brury
Sidoarjo - Empat warga korban lumpur Lapindo dari areal peta terdampak diamankan polisi. Keempat warga itu diamankan karena berupaya menghentikan aktivitas BPLS yang tengah melakukan perbaikan tanggul di titik 22.

Keempat korban lumpur Lapindo itu yakni, Husni Thamrin warga Desa Kedungbenco, Kecamatan Tangulangin, Budiono, Agus, dan Suwono merupakan warga asal Desa Jatirejo, Kecamatan Porong.

"Mereka semua kita amankan karena mengganggu kepentingan pekerjaan untuk umum," kata Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki kepada detikcom, di tanggul kolam penampungan lumpur Lapindo, Rabu (15/5/2013)

Mantan Kapolres Jombang tersebut menjelaskan, aktivitas pekerjaan yang dilakukan leh BPLS harus terus berjalan. Karena melihat kondisi debit luapan lumpur panas Lapindo di dalam kolam penampungan terus bertambah, dan sudah sejajar dengan bibir tanggul.

"Jika tidak dilakukan pekerjaan penanggulangan, lumpur bisa membahayakan jalur kereta api dan jalan raya," terang perwira dua melati di pundak tersebut.

Meski diamanakan, namun keempat warga korban lumpur tersebut tidak akan ditahan. "Kita hanya akan melakukan pemeriksaan untuk dimintai keterangan saja. Setelah itu keempat warga akan dibebaskan," tandas Marjuki.

Secara terpisah Nurali, salah seorang warga korban lumpur Lapindo menuturkan, apa yang dilakukan warga merupakan bentuk kekecewaannya terhadap pemerintah. Karena sudah 7 tahun, warga korban lumpur Lapindo menderita, hingga kini belum mendapatkan percepatan pembayaran ganti rugi.

"BPLS berjanji tidak akan melakukan pekerjaan penanggulangan. Apabila pembayaran ganti rugi tidak dibayar oleh PT Minarak Lapindo Jaya maupun dari pemerintah," tandas Nurali kepada detikcom.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%