detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 15/05/2013 12:52 WIB

Menghilang dari Polres Mojokerto, Rani Dinilai Polisi Cantik yang Humoris

Tamam Mubarrok - detikNews
Briptu Rani
Mojokerto - Polisi wanita cantik asal Bandung yang sedang diburu Propam Polres Mojokerto sudah memiliki satu anak, namun dia sudah bercerai dengan suaminya.

"Iya benar. Dia sudah menikah namun bercerai," kata Kasubag Humas Polres Mojokerto AKP Lilik Achiril Ekawati kepada detikcom, Rabu (15/5/2013).

Informasi yang dihimpun, Briptu Rani telah menikah dengan Briptu E, anggota Brimob Polda Jatim yang telah dipecat dari kepolisian. Briptu E dipecat karena melanggar kedisiplinan dan sering tidak masuk dinas.

Briptu Rani Indah di mata kawan-kawannya di Polres Mojokerto dinilai sosok yang baik dan humoris. Tak heran, jika dia memiliki kawan.

salah satu rekan Briptu Rani yang keberatan namanya disebut mengaku cukup kaget dengan kepergiaannya yang tanpa ada pesan apapun. Polisi cantik yang dinas di Bagian Perencanaan itu juga dianggap sosok yang selalu terbuka.

"Jika ada masalah, Rani selalu bercerita pada para sahabatnya," kata sumber detikcom.

Briptu Rani di Polres Mojokerto pernah menempati bertugas di Satuan Lalu Lintas dan Sie Umum dan Bagian Perencanaan. Sebelum dinas di Mojokerto, Briptu Rani mengawali karir di Polwil Bojonegoro.

Rani yang menghilang 3 bulan itu, kini diketahui berada di rumah orangtuanya di Bandung. Dia tinggal bersama putrinya.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(gik/gik)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
0%
Kontra
100%