detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 08:12 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 15/05/2013 12:13 WIB

Briptu Rani Menghilang

Diduga Polisi Cantik Itu Terpukul Akibat Foto Syurnya Beredar

Tamam Mubarrok - detikNews
Daftar DPO
Mojokerto - Briptu Rani kini dicari polisi karena meninggalkan dinas di Polres Mojokerto tanpa memberikan pesan. Diduga, polisi cantik itu menghilang karena foto-foto pose syurnya.

Informasi yang dikumpulkan, polisi asal Bandung ini diduga marah dan terpukul karena foto-foto syur dirinya yang dipotret dari smartphone miliknya ada yang menyebarkan ke situs jejaring sosial.

Tak hanya itu, foto-foto Briptu Rani yang kemungkinan untuk koleksi pribadi itu juga tersebar luas di seluler kalangan polisi. "Iya memang pernah tersebar dan jadi pembicaraan," kata seorang anggota polisi saat bincang-bincang dengan detikcom.

Hingga Rabu (15/5/2013), belum ada pernyataan resmi dari Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho perihal kasus ini. Saat dikonfirmasi melalui selulernya, tak ada jawaban.

Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni yang menhilang selama 3 bulan itu, oleh Polres Mojokerto ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Polisi kelahiran 1988 asal Bandung ini memiliki satu anak perempuan. Dia juga sudah bercerai dengan suaminya yang sesama anggota polisi.

Jika polisi cantik itu tidak merasa menyebar fotonya, lantas siapa yang 'jahil'?


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(gik/gik)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
83%
Kontra
17%