Selasa, 14/05/2013 18:50 WIB

Pilgub Jatim, Khofifah Luncurkan 'Jatim Berkah'

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Setelah resmi mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, Khofifah Indar Parawansa langsung mengumumkan slogannya. 'Jatim Berkah', yang artinya Jawa Timur Bersama Khofifah dan Herman.

Ketua PP Muslimat NU ini mengungkap bahwa majunya dirinya bersama mantan kapolda Jatim sudah diputuskan parpol pengusungnya.

"Semua keputusan itu ada di tangan DPP PKB. Sekarang kita dan masyarakat harus mewujudkan Jatim Berkah,' ujar Khofifah kepada wartawan
usai mendaftar di Kantor KPU Jatim, Surabaya, Selasa (14/5/2013).

Bagi Khofifah, majunya bersama mantan orang nomor satu di Polda Jatim yang dikenal jujur, bersih dan tegas itu akan bisa diterima publik. Sebab sudah lama warga Jatim mengidamkan pemimpin yang mampu mengayomi semua golongan.

Karena itulah, pasangan Jatim Berkah inipun langsung mendaftar ke KPU. Karena persyaratan sudah final, maka dirinya merasa tak perlu lagi menunda-nunda.

"Saya rasa kita sudah cukup kalau syarat minimum 15 persen, kita merasa sudah cukup dan bismilah. PKB, PKPB, PKPI, PK, PMB, PPNUI mereka cukup dan maju bersama, bismilah kita berangkat bersama-sama," terangnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(roi/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
83%
Kontra
17%