detikcom
Selasa, 14/05/2013 15:06 WIB

Video Mesum Pedagang Apel Hebohkan Kota Batu

Tamam Mubarrok,Muhammad Aminudin - detikNews
Batu - Video adegan mesum yang diperankan pedagang apel membuat heboh warga Kota Batu. Video berdurasi 8 menit itu menampilkan dua pasangan berlainan jenis tengah berhubungan intim. Diduga, adegan tidak senonoh itu diambil dari telepon seluler salah satu pemeran.

Lokasi pembuatan video itu diduga dilakukan di bedak milik pedagang apel di Pasar Kota Batu.

Dari keterangan yang dihimpun detikcom, Selasa (14/5/2013) menyebutkan, jika kedua pemeran dalam video tersebut adalah sama-sama pedagang apel. Keduanya tercatat sebagai warga Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Konon, video itu menyebar luas ke masyarakat setelah telepon seluler yang digunakan merekam hilang.

"Iya handphonenya katanya hilang, karena itu mungkin video itu menyebar luas. Video dibuat waktu sore hari saat pasar sudah sepi kayaknya," sebut seorang warga enggan disebutkan namanya ini.

Kepada wartawan, warga Kota Batu ini mengaku memiliki video itu dari seorang temannya. Dan banyak sekali yang mengenali jika salah satu pemeran dalam video itu pedagang apel di pasar. "Biasa jualan di pasar," ungkap sumber ini.

Beredarnya video porno ini langsung direspon aparat kepolisian untuk menelusuri identitas para pemeran. Termasuk juga siapa yang sengaja menyebarkan video mesum tersebut.

"Siapa pemerannya masih kita selidiki, ini sudah meresahkan masyarakat," kata Kapolres Batu AKBP Sumartono terpisah.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
54%
Kontra
46%