Senin, 13/05/2013 20:23 WIB

Komnas HAM: Pecat Guru yang Melakukan Kekerasan

Norma Anggara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Peristiwa kekerasan yang menimpa siswa SMP Kemala Bhayangkari I bernama Russell Varcas (13) sungguh disesalkan. Komnas HAM mengimbau pihak sekolah harus bertindak tegas. Kalau perlu, oknum guru yang melakukan kekerasan dipecat.

"Itu tindakan yang tidak mendidik, apalagi kalau kekerasan itu dilakukan di depan kelas, di hadapan banyak siswa. Kalau perlu gurunya dipecat. Guru semacam itu justru merugikan sekolah," kata Siane Indriani saat dihubungi detikcom, Senin (13/5/2013).

Perempuan yang menjabat sebagai Ketua Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM ini menegaskan, kekerasan macam apapun kepada siswa itu dilarang. Pasalnya, perlakuan kasar kepada siswa diyakini akan mengakibatkan dampak buruk.

"Selain menimbulkan trauma, guru yang melakukan kekerasan semacam ini berpotensi menularkan sikap dan sifat keras kepada anak didiknya," jelas Siane.

Berkali-kali Siane mengatakan bahwa pihaknya sangat menyesalkan peristiwa ini terjadi. Apalagi, oknum guru yang memukulkan kepalanya ke kepala Russell dilakukan di depan kelas, di hadapan para siswa lainnya.

"Guru semacam ini jangan lagi diizinkan mengajar langsung ke anak, karena dia seenaknya saja mempertontonkan kekerasan," jelas Siane.

Menurut Siane, guru yang baik seharusnya bisa memunculkan suasana nyaman dan menyenangkan dalam proses belajar mengajar. Guru bertugas memberikan motivasi kepada murid supaya senang belajar.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nrm/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%