detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 05:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 12/05/2013 16:59 WIB

Tak Tahan Dianiaya, Seorang Ibu Bunuh Anak Kandung dengan Racun Ikan

Fadly Rahmawan - detikNews
Kediri - Seorang ibu di Kediri, Jawa Timur, tega meracun anak kandung dengan racun ikan. Penyebabnya, sang ibu merasa jengkel sering dianiaya oleh anaknya.

Tak pelak, peristiwa yang terjadi, Sabtu (11/5/2013) malam tersebut membuat geger warga Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Sebelum tewas, korban Surani (28) sempat mengalami kejang-kejang dengan mulut berbusa. Kejadian ini baru diketahui warga setelah mendapat kabar dari Paini (46), ibu korban yang menceritakan bawah anaknya kejang-kejang dengan mulut berbusa.

Kepada tetangganya, Paini menjelaskan jika anaknya baru saja minum pil koplo. Sebab selama ini korban memang dikenal sebagai pengguna narkoba jenis pil koplo.

Polisi yang mendapatkan laporan warga adanya kejanggalan atas kematian Surani, kemudian melakukan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk ibu korban.

Dalam pemeriksaan polisi, akhirnya Paini mengakui telah meracun anaknya dengan racun ikan atau potas yang dicampur pada minuman susu yang dibuatnya.

"Tersangka tega membunuh anak kandungnya sendiri lantaran kesal, karena korban sering memaksa minta uang untuk membeli pil koplo. Jika tidak diberi, korban tak segan-segan menganianya," ujar Kapolsek Wates AKP Edy Subandrio, Minggu (12/5/2013).

Atas perbuatan, tersangka kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Kediri. Sedangkan jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk di otopsi.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%