detikcom
Minggu, 12/05/2013 16:59 WIB

Tak Tahan Dianiaya, Seorang Ibu Bunuh Anak Kandung dengan Racun Ikan

Fadly Rahmawan - detikNews
Kediri - Seorang ibu di Kediri, Jawa Timur, tega meracun anak kandung dengan racun ikan. Penyebabnya, sang ibu merasa jengkel sering dianiaya oleh anaknya.

Tak pelak, peristiwa yang terjadi, Sabtu (11/5/2013) malam tersebut membuat geger warga Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Sebelum tewas, korban Surani (28) sempat mengalami kejang-kejang dengan mulut berbusa. Kejadian ini baru diketahui warga setelah mendapat kabar dari Paini (46), ibu korban yang menceritakan bawah anaknya kejang-kejang dengan mulut berbusa.

Kepada tetangganya, Paini menjelaskan jika anaknya baru saja minum pil koplo. Sebab selama ini korban memang dikenal sebagai pengguna narkoba jenis pil koplo.

Polisi yang mendapatkan laporan warga adanya kejanggalan atas kematian Surani, kemudian melakukan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk ibu korban.

Dalam pemeriksaan polisi, akhirnya Paini mengakui telah meracun anaknya dengan racun ikan atau potas yang dicampur pada minuman susu yang dibuatnya.

"Tersangka tega membunuh anak kandungnya sendiri lantaran kesal, karena korban sering memaksa minta uang untuk membeli pil koplo. Jika tidak diberi, korban tak segan-segan menganianya," ujar Kapolsek Wates AKP Edy Subandrio, Minggu (12/5/2013).

Atas perbuatan, tersangka kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Kediri. Sedangkan jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk di otopsi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%