detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 12/05/2013 12:04 WIB

Preman Terminal Gresik Bentrok, Satu Tewas Ditusuk

Miftahul Arif - detikNews
Halaman 1 dari 2
pelaku diamankan polisi/Miftahul Arif
Gresik - Lima orang preman yang setiap hari mangkal di Terminal Gresik terlibat bentrok dan saling serang satu sama lain. Akibat bentrokan itu, seorang preman tewas akibat ditusuk dengan senjata tajam.

Sedangkan satu orang lainnya kondisinya kritis, dan dirujuk ke RSUD DR Soetomo Surabaya.

Preman tewas bernama Haris (32) warga Bojonegoro ini tewas setelah ditusuk oleh Erwin, preman kelahiran Cepu, Jawa tengah. Sedangkan, Sukur, kondisinya kritis setelah tertusuk di bagian paru-paru.

Sedangkan dua preman lainnya, bernama Yuli (32) dan Andik (30) kabur usai bentrokan terjadi. Namun, Satuan Reskrim Polres Gresik bergerak cepat dan berhasil mengamankan Erwin pelaku penusukan.

Kasat Reskrim Polres Gresik Akp M Nur Hidayat mengatakan, dari hasil penyidikan, bentrokan tersebut dipicu salah paham antara Erwin, pelaku dengan Haris, korban tewas.

"Perkelahian satu lawan empat orang, kasusnya masih kita kembangkan mas, ada dua fersi, kalau tersangka mengaku salah paham, bisa juga rebutan wilayah," kata AKP M Nur Hidayat kepada detikcom.

Menurut Hidayat, peristiwa bentrokan ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, Sabtu (11/5/2013). Haris salah satu preman yang disegani di wilayah terminal Gresik, tiba-tiba menghampiri Erwin. oleh Haris, Erwin dituduh sering mengaku atau menjual nama Haris.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close