detikcom
Sabtu, 11/05/2013 15:22 WIB

Kegiatan Marching Band Falun Dafa Bikin Satwa KBS Stres

Norma Anggara - detikNews
Surabaya - Meski dilarang polisi melakukan kegiatan, namun pengikut Falun Gong tetap nekat pawai marching band dan barisan genderang pinggang memperingati Hari Falun Dafa se-Dunia.

Sayang, acara yang digelar di area parkir KBS itu terpaksa harus dihentikan. Pasalnya, pihak KBS komplain, para satwa stres, duh! Ratusan polisi yang mengamankan kegiatan pengikut Falun Gong langsung bertindak.

Polisi langsung memerintahkan marching band berhenti membunyikan alat musik.
Alih-alih menghentikan alunan musik drumband, para pengikut Falun Gong masih berusaha melakukan negoisasi dengan polisi.

"Bukan kami yang minta band berhenti, tapi satwanya yang stres, pihak KBS komplain," kata salah seorang polisi di area parkir KBS, Sabtu (11/5/2013).

Menurut pantauan detikcom, sejumlah polisi langsung menindak tegas para pengikut Falun Gong yang berasal dari Surabaya, Jakarta dan Bali ini.

Kapolsek Wonokromo, Kompol Indra Mardiana segera mengarahkan barisan marching band Falun Gong bubar.

Namun, sekelompok pengikut Falun Dafa yang berasal dari Bali masih tetap melakukan meditasi. Mereka duduk bersila, sambil mendengarkan komposisi lagu dari soundsystem, mereka terus menduduki area parkiran KBS.





Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nrm/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%