Selasa, 07/05/2013 17:47 WIB

Gabungan Elemen Islam Ancam Eksekusi 4 Buron Pembunuh Habib Alwi

Norma Anggara - detikNews
Surabaya - Sebanyak 10 perwakilan elemen FPI (Front Pembela Islam), LPI (Laskar Pembela Islam), Simpatisan Habib Alwi, dan Formabes (Forum Masyarakat Madura Bersatu) mengikuti mediasi dengan Wadireskrimum Polda Jatim AKBP Prasetijo Utomo.

Bila polisi dianggap tak mampu menangkap 4 buron pembunuh Habib Alwi, elemen massa siap mengeksekusi.

Hal ini ditegaskan Ketua FPI wilayah Surabaya, Habib Mahdi usai mengikuti mediasi. Saat itu, polisi berjanji akan segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap Habib Alwi, tokoh ulama Sampang yang dibunuh 30 Oktober 2012.

"Kasusnya sudah lama berlalu. kawan-kawan kita pernah menjumpai 4 tersangka yang masih buron, Jalal, Samsul, Sayari dan Muhammad masih bebas berkeliaran di Surabaya," kata Habib Mahdi di Mapolda Jatim, Selasa (7/5/2013).

Kalau memang polisi tak sanggup menangkan, lanjut dia, maka kami bisa mengeksekusi 4 buron itu secara tradisional. Pernyataan itu pun langsung disambut riuh oleh massa.

"Allahu Akbar! Allahu Akbar!," seru massa.

Massa yang berjumlah sekitar 300an ini berasal dari Pamekasan, Sampang, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Gresik dan Malang. Sekitar 20 kendaraan, massa berasal dari Sampang, 5 mobil dari Pamekasan serta beberapa mobil datang dari Probolinggo, Pasuruan, Pandaan, Gresik dan Malang.

Menurut informasi yang dihimpun, dari enam tersangka pembunuhan ini, baru dua yang ditangkap. Yakni Mastuki yang sekarang dalam proses sidang di Sidoarjo, dan Matawi yang proses hukumnya berlangsung di Sampang.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nrm/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%