Senin, 06/05/2013 15:41 WIB

Pemkot Surabaya Sosialisasikan Larangan e-KTP Difotokopi

Zainal Effendi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pembuatan e KTP/dok
Surabaya - Ternyata e-KTP akan mudah rusak dan datanya akan hilang bila sering difotokopi maupun dilaminating.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya sudah mensosialisasikan kepada masyarakat terkait surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 471.13/1826/SJ tentang e-KTP.

Jika ada keperluan lain pada saat mengurus berbagai syarat yang dibutuhkan, ia memberi solusi dengan cukup dengan dicatat NIK dan nama lengkap saja. Atau e-KTP cukup difotokopi satu kali, dan apabila akan memperbanyak, cukup fotokopi pertama itu yang digandakan.

"Tidak boleh sering di fotokopi. Cukup ditulis NIK dan namanya saja, karena dapat merusak dan menghilangkan data yang ada di chip penyimapanan data," katanya kepada detikcom saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2013).

Joni mengungkapkan, untuk mengantisipasi adanya kerusakan yang ditimbulkan akibat seringnya kartu e-KTP di fotokopi, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan.

"Sosialisasi sudah kita lakukan sejak 11 April," ujar Joni.

Selain melarang fotokopi, Joni juga mengimbau agar e-KTP tidak dilaminating karena proses pemanasan bisa merusak chip dan menghalangi pembacaan data.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ze/gik)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%