Detik.com News
Detik.com
Kamis, 02/05/2013 10:20 WIB

Tenaga Pelayaran di Indonesia dan Internasional Masih Kurang

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Dunia pelayaran di Indonesia maupun internasional terus berkembang. Namun, tenaga terdidik di dunia pelayaran ini dinilai masih kekurangan.

Kepala Seksi Pendidikan, Politeknik Pelayaran Surabaya, Mugen Sartoto menerangkan, di Indonesia terdapat 8 UPT Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Diantaranya BP3IP, STIP, Semarang, Makassar, Barombong, Aceh, yang setiap tahunnya menghasilkan tenaga terdidik di bidang pelayaran sekitar 1.500 sampai 2.000 lulusan siap pakai.

"Tapi jumlah itu masih belum memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun internasional yang mencapai sekitar 80.000 orang per tahun," ujarnya Mugen, Kamis (2/5/2013).

Mugen menerangkan, kesempatan itu harusnya dapat dimanfaatkan dengan baik generasi di Idonesia. Untuk mencetak tenaga terdidik pelayaran, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya, yang sejak Februari lalu resmi berubah status menjadi Politeknik Pelayaran Surabaya, siap menelorkan tenaga terampil dan ahlinya di bidang pelayaran.

Salah satu diantaranya, lembaga pendidikan yang dibawah naungan Kemenhub ini membuka program studi (prodi) baru yakni Elektro Pelayaran. Katanya, prodi ini satu-satunya ada di Indonesia dan menjawab atas kebutuhan pasar dunia kerja di bidang pelayaran. Apalagi, salah satu hasil amandemen Manila 2010 yang berlaku sejak awal 2012 bahwa, dalam urusan teknik elektro wajib ada perwiranya.

"Urusan elektronik kapal selama ini masih dipegang oleh tenaga yang belum memiliki skill spesialis. Padahal, tenaga elektronik kapal itu sangat dibutuhkan, baik dalam pelayaran niaga maupun non niaga," tuturnya.

Ia berharap, perubahan BP2IP menjadi Poltek Pelayaran Surabaya dapat menarik minat masyarakat menjadi pelaut profesional. Apalagi kesempatan tersebut cukup terbuka lebar, karena menjamurnya perusahaan pelayaran niaga serta meningaktnya arus tata niaga internasional.

Pihaknya mengagendalan, pelaut lulusan Politeknik Pelayaran Surabaya berijazah D-III hingga pasaca sarjana. "Semuanya ini untuk menjawab tantangan dunia kerja di bidang kelautan berskala internasional," jelasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%