detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 20:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 02/05/2013 10:20 WIB

Tenaga Pelayaran di Indonesia dan Internasional Masih Kurang

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Dunia pelayaran di Indonesia maupun internasional terus berkembang. Namun, tenaga terdidik di dunia pelayaran ini dinilai masih kekurangan.

Kepala Seksi Pendidikan, Politeknik Pelayaran Surabaya, Mugen Sartoto menerangkan, di Indonesia terdapat 8 UPT Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Diantaranya BP3IP, STIP, Semarang, Makassar, Barombong, Aceh, yang setiap tahunnya menghasilkan tenaga terdidik di bidang pelayaran sekitar 1.500 sampai 2.000 lulusan siap pakai.

"Tapi jumlah itu masih belum memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun internasional yang mencapai sekitar 80.000 orang per tahun," ujarnya Mugen, Kamis (2/5/2013).

Mugen menerangkan, kesempatan itu harusnya dapat dimanfaatkan dengan baik generasi di Idonesia. Untuk mencetak tenaga terdidik pelayaran, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya, yang sejak Februari lalu resmi berubah status menjadi Politeknik Pelayaran Surabaya, siap menelorkan tenaga terampil dan ahlinya di bidang pelayaran.

Salah satu diantaranya, lembaga pendidikan yang dibawah naungan Kemenhub ini membuka program studi (prodi) baru yakni Elektro Pelayaran. Katanya, prodi ini satu-satunya ada di Indonesia dan menjawab atas kebutuhan pasar dunia kerja di bidang pelayaran. Apalagi, salah satu hasil amandemen Manila 2010 yang berlaku sejak awal 2012 bahwa, dalam urusan teknik elektro wajib ada perwiranya.

"Urusan elektronik kapal selama ini masih dipegang oleh tenaga yang belum memiliki skill spesialis. Padahal, tenaga elektronik kapal itu sangat dibutuhkan, baik dalam pelayaran niaga maupun non niaga," tuturnya.

Ia berharap, perubahan BP2IP menjadi Poltek Pelayaran Surabaya dapat menarik minat masyarakat menjadi pelaut profesional. Apalagi kesempatan tersebut cukup terbuka lebar, karena menjamurnya perusahaan pelayaran niaga serta meningaktnya arus tata niaga internasional.

Pihaknya mengagendalan, pelaut lulusan Politeknik Pelayaran Surabaya berijazah D-III hingga pasaca sarjana. "Semuanya ini untuk menjawab tantangan dunia kerja di bidang kelautan berskala internasional," jelasnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(roi/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close