Detik.com News
Detik.com
Selasa, 30/04/2013 11:44 WIB

Aliansi Rakyat Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM Subsidi

Reynita Carlina - detikNews
Aliansi Rakyat Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM Subsidi Aksi tolak kenaikan BBM/Foto Reynita Carlina
Surabaya - Rencana kenaikan harga BBM subsidi menuai kecaman. Jika harga BBM subsidi tetap dinaikan, Aliansi Rakyat Bersatu menuntut agar SBY mundur dari jabatannya.

Puluhan massa itu merupakan gabungan dari beberapa elemen masyarakat seperti PRRT, SBBSI, Forum Kalimas, GMKI, SAKERA. Mereka memulai aksinya dengan melakukan long march dari Monkasel menuju Grahadi, Selasa (30/4/2013).

Dalam tuntutannya, mereka menginginkan pemerintah segera mensosialisasikan seluruh aset yang hingga hari ini masih dikuasai oleh modal asing. Selain itu, mereka juga menuntut pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945.

"Kami menuntut harga BBM tidak dinaikkan. SBY harus turun kalau BBM sampai naik. Kita turunkan SBY bersama-sama," teriak Andiyan, Ketua GMKI dalam orasinya.

Selain melakukan orasi, para pengunjuk rasa juga menusung spanduk yang bertuliskan, 'BBM Naik, Utang Luar Negeri Naik!, 'Rakyat Miskin Bersatulah Melawan Banaspati!', 'BBM-Bolak Balik Mundak', 'SBY Jangan Jadikan Rakyat Miskin, Tambah Melarat Cuk!'.

Tidak hanya itu, pengunjuk rasa juga menggelar spanduk berwarna putih untuk menggalang tanda tangan menolak rencana kenaikan harga BBM.

Aksi yang sempat menimbulkan kemacetan ini mendapat penjagaan satu kompi polisi Polrestabes Surabaya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%