Detik.com News
Detik.com

Selasa, 30/04/2013 10:46 WIB

Insiden di Kapal Lambelu, Polisi: Korban Luka Bacok 17 Penumpang

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Jumlah korban luka bacok di kapal KM Lambelu berjumlah 17 orang. Kepastian itu disampaikan Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djakfar.

Dari 17 orang yang mengalami luka, 15 orang dirawat di Rumah Sakit PHC Surabaya, sedangkan 2 orang yang mengalami luka ringan menjalani pemeriksaan di Polres Tanjung Perak.

"2 Orang luka ringan yang menjalani pemeriksaan yakni Nurhadijah (50) dan Siti ," kata Lily kepada wartawan saat di Rumah Sakit PHC Surabaya, Selasa (30/4/2013).

Peristiwa mengamuknya seorang penumpang yang bernama Masaiku alias Fatikun (59) itu terjadi di atas KM Lambelu saat pelayaran dari Makassar ke Surabaya, Senin (29/4/2013) sore.

Pelaku tanpa sebab mengamuk dengan menggunakan parang yang dibawanya di dek 4 dan 5. Pelaku yang belum diketahui asal usulnya itu saat ini diamankan di Mapolres Tanjung Perak.

17 nama korban yang berhasil dihimpun:




  1. Herydin (33)
  2. Darwin (26)
  3. Junnuh (21)
  4. Koko (41)
  5. Tiani Candra (35)
  6. Wahyudi (24)
  7. Sarah (45)
  8. Wididi Sumantiawan (21)
  9. Nuranisa (4)
  10. Rohan (34)
  11. Mansur Abdulah (50)
  12. Herman (21)
  13. Murabbah (30)
  14. Kasiyati (55)
  15. Jalma (21)
  16. Nurhadijah (50)
  17. Siti - usia belum belum diketahui

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/gik)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%