detikcom
Senin, 29/04/2013 15:50 WIB

Lima Pemuda Beratribut Bonek Pengeroyok Sopir Hingga Tewas Ditangkap

Miftahul Arif - detikNews
pelaku pengeroyok sopir/Miftah
Gresik - Pelaku Pengeroyokan yang menewaskan sopir dum truk di wilayah Kecamatan Kedamean, Gresik, akhirnya ditangkap. Kelima tersangka tersebut, diduga kelompok suporter beratribut Bonek.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Achmad Ibrahim, kelima tersangka yang diduga kelompok beratribut suporter Bonek itu, masing-masing berinisial AG, AR, FD, UDN dan ER, kelimanya berasal dari Desa Terik, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

"Kelima pelaku satu kampung, kita tangkap dengan barang bukti sembilan buah batu sekepalan tangan, termasuk paving. Para pelaku kita tangkap di rumahnya," ujar AKBP Achmad Ibrahim, kepada wartawan, Senin (29/4/2013).

Kepada wartawan, mantan Kapolres Pasuruan tersebut, menjelaskan, saat itu para pelaku memang konvoi naik motor bersama ratusan suporter, dari Krian, Sidoarjo. Saat melintasi wilayah Kedamean Gresik, salah satu dari kelompor suporter terserempet dum truk yang dikemudian oleh Agus Eko Nugroho, warga Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Gresik.

Para suporter yang diduga beratribut Bonekmania itu, langsung mengejar dan menghadang dum truk yang dikemudian Agus Eko Nugroho. Setelah berhasil dihadang, kelompok suporter tanpa ampun langsung melempari truk dengan batu dan paving.

Selain melempari, kelompok suporter itu juga memukuli Agus Eko Nugroho hingga terluka parah. Naas, sopir yang saat itu hendak pulang ke rumahnya itu, tewas di rumah sakit setempat, saat menjalani perawatan.

"Saat terserempet dum truk, sebenarnya kelompok suporter diduga BOnek, tidak ada yang terluka, cuma sepeda motor yang lecet. Namun, mereka tidak terima dan menganiaya sopir hingga tewas," jelas AKBP Achamd Ibrahim.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Nur Hidayata mengatakan, kemungkinan masih belasan pelaku lain ikut melakukan pengeroyokan hingga mengakibatkan nyawa Agus Eko Nugroho melayang sia-sia.

"Kemungkinan pelaku lain masih ada mas, nanti kita kembangkan, semua tergantung lima pelaku yang sudah ditangkap. Kalau lima pelaku mau terus terang, palaku lain pasti bertambah," kata AKP Nur Hidayata kepada detikcom.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%