detikcom

Senin, 29/04/2013 11:22 WIB

Diesel Pengairan Sawah Bahan Bakar Elpiji, Modifikasi Mudah dan Murah

Dion Fajar - detikNews
File: detiksurabaya.com
Tuban - Cara memodifikasi mesin diesel penyedot air berbahan bakar premium menjadi bahan bakar gas elpiji sangat mudah. Bahkan biaya yang harus dikeluarkan sangat murah yaitu sebesar Rp 55 ribu untuk membeli onderdil tambahan.

Nur Ikhsan (34), pemilik mesin diesel penyedot air berbahan bakar gas elpiji menjelaskan, langkah pertama cukup melubangi saluran udara kaburator. Lalu cari besi melingkar dengan lubang di tengah dan pasangkan pada lingkaran lubang tersebut.

Kemudian siapkan onderdil tambahan seperti regulator, stop kran, selang, dan klip pengunci selang. Onderdil-onderdil tersebut dapat sangat mudah dibeli di toko maupun swalayan dan bahkan pasar tradisional.

"Total biaya modifikasi sangat murah, cuma 55 ribu. Rinciannya beli regulator 35 ribu, stop kran 11 ribu, 1 meter selang seharga 7 ribu, dan klip pengunci selang Rp 2 ribu," jelasnya kepada wartawan yang menemuinya di sawah, Senin (29/4/2013).

Kemudian onderdil yang telah dibeli hanya perlu dirangkai saling berhubungan. Cara ini tidak sampai merubah komposisi mesin secara keseluruan.

"Tangki bensin tetap, gak perlu dibuang. Hanya cukup membuat lubang di saluran udara kaburator untuk saluran masuk gas dari selang regulator elpiji," terangnya.

"Selang regulator masuk lubang saluran udara kaburator yang telah diberi besi, dan untuk mengatur keluar gas maka dipasang stop kran diantara regulator dan tabung," sambungnya.

Meski telah berbahan bakar gas elpiji, namun untuk menyalakan mesin penyedot air tersebut masih menggunakan bensin. Saluran ke arah tangki bensin tetap dipertahankan. Begitu mesin menyala, saluran bensin ditutup.

"Tapi menghidupkannya tetap butuh bensin. Tapi setelah nyala, saluran ke tangki bensin ditutup. Yang sulit itu mengatur keluarnya gas dari tabung menggunakan stop kran, karena harus seimbang dengan kebutuhan diesel itu sendiri. Karena kalau kekecilan mesin mati, begitu sebaliknya kalau kebesaran mesin akan mati," jelasnya

Sebelumnya diketahui Nur Ikhsan, petani asal Dusun Muncup, desa Cokrowati, kecamatan Tambakboyo, Tuban, telah memodifikasi mesin diesel berbahan bakar premium miliknya menjadi berbahan bakar gas elpiji. Hasilnya mesin penyedot air tersebut jauh lebih irit 3 kali lipat dibanding sebelumnya saat menggunakan bahan bakar bensin.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%