detikcom
Minggu, 28/04/2013 22:24 WIB

Walikota Risma Tutup Lokalisasi Tambakasri

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Genderang perang terhadap lokalisasi benar ditabuh Pemerintah Kota Surabaya. Terbukti satu persatu lokalisasi di Kota Pahlawan ditutup dan para pekerja seks komersil dan mucikari dipulangkan.

Seperti lokalisasi Tambakasri yang resmi ditutup oleh Walikota Tri Rismaharini. Meski secara simbolis dan masih banyak yang buka untuk melayani para hidung belang. Risma yakin lokalisasi Tambakasri akan bisa ditutup selamanya.

Menurut Risma, penutupan ini untuk menghilangkan dampak buruk terhadap lingkungan dan psikologi khususnya anak anak yang ada dikomplek lokalisasi.

"Saya melihat dampaknya tidak hanya lingkungan yang tidak sehat tetapi juga berdampak pada anak anak juga. Jadi itu yang saya lihat. Karena itu kita harus berhentikan," katanya usai menutup lokalisasi Tambakasri secara simbolis di Balai RW 6 Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Minggu (28/4/2013) malam.

Ketika ditanya, kapan para psk dan mucikari di lokalisasi Tambakasri akan dipulangkan? Risma mengaku dalam waktu dekat termasuk uang untuk modal bagi para warga lokalisasi yang dientas.

"Sini semua sepakat hanya nanti detil Kepala Dinas Sosial yang akan jelaskan. Karena kami terima anggarannya sebagian. Nanti tanggal 10 Mei, Menteri Sosial kesini dan akan selesaikan semua," tandasnya.

Sementara jumlah psk di lokalisasi Tambakasri sebanyak 354 orang dengan 96 mucikari yang tersebar di RW 6 dan RW 9 Jalan Tambakasri, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan. Para psk ini tersebar di 90 wisma dan 20 cafe. Total seluruh psk di lokalisasi se Surabaya sebanyak 2.225 psk.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ze/ze)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close