detikcom

Minggu, 28/04/2013 17:27 WIB

Alumni Pelajar NU Berharap Ada Regenerasi di PWNU Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Kepengurusan PWNU Jatim akan berakhir tahun ini. Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) berharap ada regenerasi di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

"Kami berharap ada regenerasi di PWNU Jawa Timur. Calonnya jangan hanya satu. Ya kalau bisa di setiap kawasan seperti Mataraman, Pantura, Tapal Kuda maupun Madura memunculkan calon ketua," ujar Presidium MA IPNU Sudarsono kepada wartawan di sela acara Reuni Alumni IPNU se Jatim dan sarasehan dengan tema 'Silaturrahmi upaya mengkokohkan kembali kemitraan ke NU an' di Hotel Bisanta Bidakara Surabaya, Minggu (28/4/2013).

Rencananya, Konferensi wilayah (Konferwil) NU Jatim akan digelar pada 31 Mei 2013 di Pondok Pesantren Bumi Salawat, Sidoarjo. Ada beberapa nama calon Ketua Tanfidzyah PWNU Jatim seperti KH Mutawakil Allalah (yang saat ini menjabat), KH Abdurrahman Usman asal Jombang, KH Abdurrahman Syamsul Arifin dari Jember.

Sedangkan nama-nama calon ketua dari kawasan seperti Dr KH Khusnul Khuluq (Ketua PCNU Kabupaten Gresik), KH Fuad Amin Imron (mantan Bupati Bangkalan).

"Beliau-beliau memiliki waktu yang cukup banyak untuk memajukan NU," jelasnya.

Sementara itu, mantan Bupati Probolinggo, Hasan Aminuddin, berharap perlu adanya regenerasi di kepengurusan PWNU Jatim periode 2013-2018.

"Sudah saatnya anak muda direkrut menjadi pengurus, khususnya tanfidzyah," katanya, sambil menambahkan, yang sudah sepuh menjadi pengurus di tingkat syuriah.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(roi/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
68%
Kontra
32%