Detik.com News
Detik.com

Minggu, 28/04/2013 15:45 WIB

Kondisi Tanggul Penahan Lumpur Lapindo Kritis

Suparno - detikNews
Sidoarjo - Kondisi tanggul penahan lumpur Lapindo titik 21 hingga titik 35 di Desa Ketapang-Desa Siring kritis. Ketinggian air bercampur lumpur saat ini hanya sekitar 30 cm dari bibir tanggul.

Selain akibat hujan, kondisi kritis ini juga diakibatkan aksi warga korban lumpur yang melarang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) untuk melakukan aktivitas selama dua bulan terakhir.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, Minggu (28/4/2013), kondisi ini sudah terjadi 2 bulan terakhir. Tugas BPLS yang akan memindahkan lumpur tidak lagi bisa beraktivitas karena dilarang warga korban lumpur yang kecewa karena proses pembayaran ganti rugi masih belum dilunasi oleh PT Minarak Lapindo Jaya.

Humas BPLS Dwinanto mengatakan, untuk mengantisipasi hal buruk pada kondisi tanggul yang mulai kritis, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi dan pendekatan terhadap warga.

"Kita akan lakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga agar kami diperbolehkan melakukan aktivitas sehingga tidak terjadi hal-hal yang diinginkan seperti luberan lumpur," katanya kepada detikcom.

Sementara, salah satu warga korban lumpur, Arifin (40) asal Desa Jatirejo RT 7 RW 2 menegaskan, warga akan tetap melarang BPLS melakukan aktivitas seperti biasa sebelum proses pembayaran diberikan seluruhnya.

"Kalau hanya memantau silahkan. Tapi aktivitas kita akan larang. Sebelum ada pembayaran lunas. Kalau bulan Mei dibayar dengan dicicil, kami akan terus melarang BPLS melakukan aktivitas," tandasnya.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ze/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
96%
Kontra
4%